Pertumbuhan ekonomi Inggris akan terus melemah

inggris

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Data penjualan dan pemesanan, di samping keyakinan dan penanaman modal pada "tingkat rendah".

Pertumbuhan ekonomi Inggris akan terus melemah, menurut survei yang dilakukan British Chambers of Commerce (BCC).

BCC menyatakan penelitiannya mengisyaratkan faktor penentu seperti penjualan dan pemesanan, di samping keyakinan dan penanaman modal pada "tingkat rendah".

KADIN Inggris tersebut mengatakan ekonomi menghadapi sejumlah "ketidakpastian dunia dan dalam negeri".

  • <link type="page"><caption> Giliran ekonomi Inggris diramal melorot</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/10/111017_ukeconomy" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inggris 'dua besar ekonomi Eropa 2020'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/07/140706_bisnis_ekonomi_inggris" platform="highweb"/></link>

Minggu lalu, penurunan tajam yang tidak terduga pada produksi industri meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi Inggris.

Data resmi memperlihatkan hasil industri turun 0,5% pada bulan Februari dibandingkan tahun lalu.

Ini adalah penurunan terbesar sejak bulan Agustus 2013, sehingga semakin meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi Inggris pada tiga bulan pertama tahun ini.

"Meskipun gambarannya tidak berubah secara umum, terdapat sejumlah isyarat jelas bahwa pertumbuhan ekonomi terus melemah," kata Dr Adam Marshall dari BCC.

"Mulai dari penjualan dan pemesanan sampai keyakinan dan keinginan penanaman modal, kebanyakan isyarat perdagangan yang kami amati berada pada tingkat rendah."