Giliran ekonomi Inggris diramal melorot

Sumber gambar, PA
Perekonomian Inggris kini jalan di tempat dan berada pada posisi tikungan berbahaya, kata lembaga konsultasi dan ramalan ekonomi Ernst and Young.
Lembaga ini menggunakan metode ramalan yang sama dengan pemerintah Inggris dan mengatakan ekonomi setempat perlu upaya-upaya baru agar bisa kembali tumbuh.
Ketidakpastian di sekitar Zona Eropa serta melesunya perekonomian global turut menyumbang menurunnya kepercayaan dunia bisnis di Inggris.
Ernst and Young juga menurunkan ramalan untuk produk domestik kotor (GDP) Inggris menjadi 0,9% tahun ini, padahal tiga bulan lalu meramalkan GDP akan tumbuh 1,4% .
Lembaga itu baru berpendapat pertumbuhan hingga 1,5% baru akan terjadi tahun 2012, lebih rendah dari ramalan sebelumnya, 2,2%.
Sementara awal bulan ini, angka resmi pemerintah menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh hanya 0,1% antara April hingga Juni, jauh lebih rendah dari prakiraan 0,2% sebelumnya.
Seorang juru bicara pada Departemen Keuangan Inggris mengatakan strategi pemerintah sudah cukup pas: "Pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengurangi tingkat defisit dan kebijakan fiskal ini membuat tingkat suku bunga tetap rendah bagi pembayar pajak, dunia bisnis dan pemilik rumah dan sangat penting untuk pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan."
"Data-data terakhir tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh."
Namun temuan Ernst and Young menunjukkan bahwa kesimpulan mereka sejalan dengan sejumlah ramalan ekonomi yang diluncurkan berbagai lembaga lain dan membuat tekanan makin berat bagi Kanselir (pejabat tertinggi bidang keuangan Inggris), George Osborne, agar mampu memutar otak untuk menciptakan dorongan ekonomi.
Bersamaan dengan temuan Ernts and Young, perusahaan layanan profesional Begbies Traynor juga melaporkan munculnya kenaikan 23% perusahaan yang melaporkan kondisi keuangan mereka sedang "kritis" pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan dengan situasi yang sama tahun sebelumnya









