Rolling Stones gelar konser 'bersejarah' pertama di Kuba

Sumber gambar, Reuters
Rolling Stones memainkan lagu-lagu hit terbesar mereka di hadapan ribuan penonton di Kuba, di mana musik rock asing dilarang selama beberapa dekade terakhir.
Mick Jagger menyapa para penggemar di Havana dalam bahasa Spanyol sebelum membuka penampilan mereka dengan lagu hit dari 1968, Jumpin' Jack Flash.
Banyak dari mereka yang hadir di konser gratis tersebut adalah penggemar-penggemar lama yang selama bertahun-tahun harus menyembunyikan kecintaan mereka pada Stones dan grup-grup musik lain.

Sumber gambar, AFP
Konser ini berlangsung beberapa hari setelah kunjungan bersejarah dari Presiden Barack Obama.
Puluhan ribu warga Kuba mengantri berjam-jam untuk masuk ke lokasi pertunjukan Ciudad Deportiva yang sangat besar.
"Halo, Havana. Selamat malam, para warga Kuba," kata Mick Jagger sebelum memulai pertunjukan yang dinanti-nanti.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters
Pertunjukan musik ini dilihat sebagai satu lagi tanda perubahan nyata di pulau tersebut.
Sampai 15 tahun lalu, pemerintah komunis Kuba melarang sebagian besar musik rock dan pop Barat yang disebut subversif dan bentuk degradasi moral.
- <link type="page"><caption> Satisfaction: lagu yang membuat Rolling Stones tenar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2015/06/150619_vert_cul_rollingstone" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Barack Obama lakukan lawatan bersejarah di Kuba</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160320_dunia_obama_kuba" platform="highweb"/></link>
Namun Kuba sudah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam 18 bulan terakhir seiring dengan semakin cepatnya proses pendekatan dengan Amerika Serikat, kata Will Grant dari BBC di Havana.
Para penggemar datang dari berbagai bagian Kuba dan negara lain untuk menjadi saksi momen yang disebut bersejarah oleh sebagian orang.

Sumber gambar, Reuters
"Dulu dilarang. Kami tak bisa mendengar the Beatles atau penyanyi-penyanyi dari Amerika Latin, kini kami boleh mendengar apa yang kami ingin dengar," kata seorang penggemar pada BBC.
Rolling Stones merilis video singkat untuk mengatakan bahwa konser mereka adalah tanda perubahan di Kuba.
"Waktu mengubah segalanya, sehingga kami senang bisa berada di sini," kata Mick Jagger.
Pemerintah Kuba mengatakan mereka mengharapkan sekitar setengah juta orang menonton konser pertama band asal Inggris ini di Kuba.









