Presiden Xi Jinping sempat disebut 'pemimpin Cina terakhir'

Presiden Xi Jinping

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Maksud hati menulis 'pemimpin tertinggi Cina' apa daya yang tertulis 'pemimpin terakhir Cina'.

Kantor berita pemerintah Cina mengkoreksi penulisan yang merujuk Presiden Xi Jinping sebagai 'pemimpin Cina terakhir', yang tampaknya disebabkan kesalahan ketik.

Xinhua kemudian mengubah tulisan yang sudah sempat tersebar secara meluas itu dan meminta pengguna mengganti dengan 'pemimpin tertinggi Cina'.

Namun belakangan Xinhua memutuskan untuk menarik seluruh artikel bersangkutan.

  • <link type="page"><caption> Protes warga Hong Kong atas 'huruf Cina daratan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160224_majalah_cina_hong_kong" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Diminum Xi Jinping, bir Inggris langsung populer di Cina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151202_majalah_bir_cina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ditangkap karena 'mempermak' foto Presiden Xi Jin-ping</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150528_dunia_cina" platform="highweb"/></link>

Kekeliruan seperti ini amat jarang terjadi di Cina karena biasanya semua rujukan untuk presiden akan diperiksa dengan amat seksama.

Karakter Mandarin
Keterangan gambar, Yang atas artinya 'terakhir' sedang yang bawah "tertinggi'.

Kedua kata hanya menggunakan satu huruf yang berbeda namun dengan pengucapan yang amat berbeda.

Media di Cina dengan ketat dikendalikan oleh pemerintah, yang sering mencabut berita dari internet maupun media sosial sementara Facebook dan Twitter dilarang.

Pengalaman sebelumnya memperlihatkan kesalahan serupa akan membawa konsekuensi yang serius atas para wartawan yang terlibat.

Bulan Desember lalu, empat wartawan dari China News Service -yang dikuasai Partai Komunis Cina- diberhentikan untuk sementara waktu setelah melaporkan 'pengunduran diri' (ci zhi) Presiden Xi, padahal maksudnya adalah 'pidato' (zhi ci) dalam lawatan Presiden Xi ke Afrika.