Presiden Xi Jinping inginkan 'kedaulatan internet'

Sumber gambar, AP
Presiden Cina, Xi Jinping, mendesak berbagai negara untuk menghormati 'kedaulatan internet' masing-masing dan model pengaturan yang berbeda.
Xi mengatakan setiap negara berhak memilih cara mengembangkan dan mengatur internetnya.
Dia berbicara pada World Internet Conference yang disponsori Beijing di provinsi Zheijang.
Cina dikecam karena aturan internet yang ketat, dan memblok situs-situs besar maupun menyensor pesan-pesan di internet.
Wartawan BBC, John Sudworth, yang juga berada di konferensi, mengatakan pidato Presiden Xi adalah isyarat jelas bahwa keamanan internet dan pengawasan telah dijadikan prioritas nasional.
Pesannya adalah bahwa <link type="page"><caption> Cina, dengan 650 juta pengguna internet,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151214_majalah_alibaba_scmp" platform="highweb"/></link> seharusnya memiliki andil dalam pembuatan peraturan dunia dan Beijing seharusnya memiliki hak untuk menentukan apa yang disensor dan diblok.
Kelompok kebebasan pers, Reporters Without Borders, mendesak perusahaan asing dan pemerintahan untuk tidak melibatkan diri pada konferensi itu karena kehadiran mereka berarti terlibat dalam rezim penyensoran yang saat ini memenjara sekitar 40 wartawan karena tulisan mereka di internet.





