Harga minyak 'mungkin meningkat'

Sumber gambar, AFP
Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan harga minyak bumi telah menyentuh harga terendah, dan ada tanda akan meningkat.
Mereka menyatakan rendahnya produksi Amerika Serikat dan beberapa negara lain telah menghentikan penurunan harga lebih lanjut.
Peningkatan penjualan minyak Iran juga tidak sedramatis seperti sebelumnya, yang terjadi sesudah pencabutan sanksi terhadap mereka.
Harga minyak merosot 70% sejak Agustus 2014, jatuh hingga US$27 (sekitar Rp351.000) per barel.
- <link type="page"><caption> Harga minyak turun tajam, ekonomi Arab Saudi terancam? </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160129_majalah_saudi_minyak" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Royal Dutch Shell akan rumahkan 6.500 karyawan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150730_majalah_shell_phk" platform="highweb"/></link>
IEA yang mengkordinasi kebijakan energi di negara industri maju mengatakan mereka percaya produksi minyak negara-negara non-OPEC akan turun sebanyak 750.000 barel per hari di tahun 2016.
Sebelumnya produksi diperkirakan sebanyak 600.000 barel per hari.
"Ada tanda jelas bahwa kekuatan pasar sedang menjalankan keajaiban mereka," kata IEA.
Pasokan dan permintaan

Sumber gambar, EPA
Kelebihan pasokan terjadi karena melonjaknya pasokan dari Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakangan dengan meningkatnya jumlah sumur minyak.
Sementara itu, negara-negara anggota OPEC enggan menurunkan jumlah produksi karena khawatir pasar mereka akan direbut.
Di sisi lain, Cina sebagai negara konsumen komoditas terbesar kedua di dunia juga menurunkan permintaan, yang turut menekan harga minyak serta sempat menimbulkan ketakutan pelambatan pertumbuhan ekonomi global.
Banyak perusahaan minyak besar yang melaporkan turunnya keuntungan mereka serta <link type="page"><caption> pemotongan investasi besar-besaran dalam eksplorasi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150928_majalah_shell_arktik" platform="highweb"/></link>.
Sebanyak <link type="page"><caption> 5.000 orang juga kehilangan pekerjaannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150730_majalah_shell_phk" platform="highweb"/></link> di industri minyak Laut Utara dalam 18 bulan terakhir.
Harga minyak mencapai titik terendah dalam 12 tahun terakhir pada bulan Januari tahun ini, tapi sejak itu mulai membaik sesudah Arab Saudi dan Rusia menghentikan peningkatan produksi mereka.









