Sanksi Iran dicabut, harga minyak dunia merosot lagi

Sumber gambar, AFP
Harga minyak mentah mengalami kemerosotan lagi dalam perdagangan Senin (18/01) menyusul pencabutan sanksi internasional terhadap Iran.
Harga minyak Brent, yang selama ini menjadi acuan harga minyak mentah dunia, sempat turun ke tingkat di bawah US$28 per barel sebelum sedikit terangkat.
Terakhir kali harga minyak menyentuh di bawah level US$28 per barel adalah pada November 2003. Penurunan harga minyak ini telah mendorong <link type="page"><caption> penurunan harga saham</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160118_bisnis_bursa_jepang_anjlok" platform="highweb"/></link>.
Harga minyak telah lama menghadapi tekanan akibat kelebihan persediaan dan persediaan diperkirakan akan semakin melimpah setelah <link type="page"><caption> Iran tidak lagi menghadapi sanksi ekonomi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160116_dunia_iran_nuklir_sanksi" platform="highweb"/></link> sehingga sekarang bisa leluasa menjual minyaknya ke pasar internasional.

Sumber gambar, Reuters
Para analis mengatakan peningkatan akses Iran di pasar minyak internasional akan semakin menambah persediaan yang sudah berlimpah-limpah.
Iran tercatat sebagai produsen minyak terbesar ketujuh di dunia.
Dengan pencabutan sanksi Iran, menurut para analis, maka jumlah produksi minyak bisa bertambah 500.000 barel per hari.
Keputusan untuk mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran diambil setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyimpulkan bahwa negara itu sudah mematuhi kesepakatan yang dirancang agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.









