Tim LAPAN menghadapi kendala saat GMT

Gerhana matahari

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Di Maba, turun hujan gerimis menjelang totalitas gerhana matahari, Rabu 9 Maret.
Waktu membaca: 1 menit

Tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, LAPAN, menghadapi kendala saat melakukan pengamatan atas Gerhana Matahari Total di Maba, Maluku Utara, Rabu 9 Maret.

LAPAN sudah menyiapkan satu set spektograf untuk melakukan pengamatan namun upaya itu agak terhambat oleh cuaca.

"Kita tidak bisa menghindari cuaca, harus kita hadapi. Jadi dua hari terakhir menjelang gerhana itu memang cuacanya tidak mendukung dengan pembentukan awan sampai 70%," jelas Dr Emanuel Sungging Mumpuni, pimpinan tim di Maba, kepada wartawan BBC, Liston Siregar.

Peneliti Astrofisika di Pusat Sains dan Antariksa LAPAN itu menambahkan bahwa menjelang totalitas gerhana juga turun hujan gerimis.

  • <link type="page"><caption> Tumpah ruahnya para pemburu Gerhana Matahari</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160308_indonesia_gerhana" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Galeri foto menyaksikan gerhana matahari di Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/03/160308_galeri_gerhana_matahari" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gerhana matahari total tingkatkan kunjungan turis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160308_indonesia_gerhana_bisnis" platform="highweb"/></link>

Bagaimanapun Dr Emanuel berharap data-data yang berhasil dikumpulkan masih bisa digunakan untuk mendapatkan informasi tentang siklus matahari yang menjadi tujuan dari pengamatan oleh LAPAN.

Siklus matahari yang dimaksud adalah satu perubahan periodik selama sekitar 11 tahun, yang sering disebut periode siklus ke-24.

"Kita ingin mendapatkan informasi mendalam seperti apa perilaku siklus ke-24. Yang namanya siklus ke-24 adalah perubahan dari aktivitas perilaku matahari dengan rentang 11 tahun yang menyebabkan gangguan pada teknologi tinggi, terutama di ruang angkasa," jelas Dr Emanuel.

Memang selama ini sudah ada beberapa teori terkait siklus ke-24, namun -seperti gejala alam lainnya- ada hal-hal baru yang bisa saja terungkap di Gerhana Matahari Total, yang dialami sebagian wilayah Indonesia pada Rabu 9 Maret lalu.

Walau pengumpulan data terhambat, namun Dr Emanuel berharap analisis data sudah bisa didiskusikan dalam sebuah konferensi internasional, yang juga akan dihadiri oleh Tim NASA dari Amerika Serikat, yang juga melakukan pengamatan atas gerhana matahari yang sama.

Dengan demikian masih ada waktu sekitar tiga bulan untuk menganalisis data yang berhasil dikumpulkan.

"Kita belum berani berspekulasi tapi alam selalu memberi kejutan kepada kita, jadi kita tunggu saja nanti," jelas Dr Emanuel.

Selengkapnya bisa Anda dengar dalam Ruang Sains di BBC Dunia Pagi Ini BBC, Selasa 15 Maret, Pukul 05.00 dan 06.00 WIB.