Sistem komputer rumah sakit dibajak, peretas minta tebusan

Sumber gambar, HPMC
Ransomware atau virus yang menyusup ke dalam sistem komputer dengan meminta uang tebusan telah mengakibatkan gangguan serius di sebuah rumah sakit di Hollywood, Amerika Serikat.
Sistem komputer di RS Presbyterian Medical Center, Hollywood, telah lumpuh selama lebih dari seminggu setelah <link type="page"><caption> serangan ransomware</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151215_majalah_teknologi_ransomware" platform="highweb"/></link>.
Menurut sumber-sumber berita setempat, para peretas dilaporkan menuntut uang tebusan sebesar US$3,4 juta atau sekitar Rp40 miliar. Jika uang tebusan itu dibayarkan, para peretas akan menyerahkan sandi-sandi untuk membongkar data yang dicuri.
Pihak rumah sakit sendiri mengamini serangan itu sedang berlangsung, tapi belum mengomentari perihal uang tebusan.
Sebuah pesan suara di rumah sakit meyakinkan bahwa sejumlah catatan medis milik para pasien belum diakses oleh para peretas.
Penyelidikan tentang sumber serangan tengah dilakukan oleh Badan Investigasi Federal (FBI), Kepolisian Los Angeles dan ahli forensik komputer yang disewa oleh rumah sakit.
Rumah sakit menegaskan bahwa kegiatan sehari-hari belum terpengaruh oleh adanya serangan itu, meskipun banyak tugas-tugas yang biasanya dilakukan dengan komputer, kini dikerjakan di atas kertas. Hal ini menyebabkan para pegawai mengalami frustrasi.
Para pasien juga diberitahu agar mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes kesehatan secara pribadi ketimbang menerimanya secara elektronik.

Sumber gambar, Thinkstock
Serangan ransomware menjadi semakin umum, dan sulit untuk melindungi sistem komputer terhadap serangan itu.
Layaknya virus komputer pada umumnya, ransomware sering muncul di komputer dalam bentuk email phishing, spam, atau pembaruan perangkat lunak yang mirip aslinya. Penerima email kemudian mengeklik tautan atau membuka lampirannya.
Virus itu kemudian mulai bekerja, mengenkripsi data si pengguna dan selanjutnya mengunci semua file.
Ketika komputer telah benar-benar terkunci, <link type="page"><caption> peretas meminta bayaran agar data dikembalikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151215_majalah_teknologi_ransomware" platform="highweb"/></link>. Jika permintaan tidak dipenuhi, maka sejumlah file akan dihapus.
Jenis yang paling umum dari ransomware adalah paket malware atau program berbahaya yang dikenal dengan nama Cryptolocker. Menurut sejumlah pakar teknologi informasi,virus itu telah menjangkiti ratusan ribu komputer di seluruh dunia.
Bulan lalu, sistem komputer dewan daerah Lincolnshire, di Inggris, diserang permintaan uang tebusan ransomware sebesar £350 atau sekitar Rp6 juta tapi pihak dewan menolak membayarnya.









