Lelang mobil 'mati' di Chennai, India: Porche hanya Rp95 juta!

Sumber gambar, Nathan G
- Penulis, oleh Soutik Biswas
- Peranan, Koresponden di Delhi
Di tengah barisan begitu banyak kendaraan yang berjajar di sebuah lapangan, Jambu Kumar tengah mencari sebuah sedan Mercedes Benz.
Kumar yang berusia 29 tahun memiliki bisnis suku cadang otomobil kecil. Ketika ia mendengar dari teman-temannya bahwa mobil-mobil yang rusak karena banjir besar tahun lalu di kota Chennai, India selatan, tengah dilelang, ia segera menuju ke lapangan tempat pelelangan.
Penggemar mobil ini mencari mobil impiannya, sedan Mercedes, yang tak pernah bisa dibelinya karena harganya yang mahal.
"Kata istri saya, jika saya pergi ke pelelangan ini, saya harus kembali membawa Mercedes. Jadi saya mencari yang murah," kata Kumar.
Dorongan mimpi
Di sekeliling Kumar dan para peserta pelelangan lainnya, yang terdiri dari para pengusaha mobil bekas, pembeli dan operator penyewaan mobil, ratusan mobil diparkir dari satu ujung ke ujung lain.
Ada mobil jenis hatchback, sedan dan yang paling dicari-cari adalah mobil mewah seperti Jaguar, BMW dan Audi.
Banyak dari kendaraan ini masih diselimuti lumpur kering, dan bagian dalamnya berjamur dan kacau.
Dua bulan lalu air got dan air hujan membanjiri bagian dalam mobil-mobil itu saat Chennai tenggelam dalam banjir terburuk dalam abad terakhir ini. Banyak dari kendaraan itu mengambang di air kotor dan rusak tak bisa hidup lagi.

Sumber gambar, AFP
Namun di lapangan kuburan mobil ini, ada banyak mimpi, harapan dan aspirasi.
Jyotiram Chougle, yang memiliki bengkel di kota Pune, di sebelah barat yang jauhnya sekitar 1.000 km dari Chennai, adalah salah seorang kurir yang ditugaskan untuk mewujudkan impian itu.
Ketika ketiga pelanggannya mendengar tentang pelelangan ini, mereka mengirim Chougle ke Chennai. Mereka membaca di surat kabar bahwa Porsche Cayenne tahun 2012 yang terkena banjir dijual hanya seharga 500.000 rupees (sekitar Rp100 juta) idalam pelelangan.
"Karena itu saya memburu mobil mewah untuk klien saya, Jaguar, Range Rover, Porsche merupakan pilihan mereka," kata Chougle.
Menurut satu perkiraan, sekitar 40.000 kendaraan rusak karena banjir. Sekitar 40% dari kendaraan itu berada dalam keadaan yang disebut perusahaan asuransi sebagai kerugian asuransi total, kata Abhishek Gautam dari portal otomobil cardekho.
Artinya, menurut Gautam, 'terlalu mahal untuk diperbaiki di bengkel'.
Perusahaan asuransi yang terkena timbunan begitu banyak tuntutan klaim, mengangkut mobil yang 'mati' untuk dijual ke perusahaan seperti perusahaan milik Gautam.

Sumber gambar, NATHAN G
Gautam mengatakan perusahaannya menerima kendaraan dari 18 perusahaan asuransi dan mencoba menjual lebih dari 1.500 mobil yang rusak karena terkena banjir.
Perusahaan ini sudah melelang 700 mobil di terakhir di tiga lapangan yang mereka sewa di Chennai. Lebih dari 700 penjual mobil di India mendaftar untuk menawar di pelelangan itu.
Bagai berjudi
Pelelang mengatakan banjir hanya merusak sistem listrik dan elektronik mobil saja. Sebagian besar mobil ini tidak tampak memiliki kerusakan fisik.
Mereka mengatakan dengan biaya hanya sekitar 70.000 rupee (Rp14 juta) dan 200.000 rupees (Rp40 juta) mobil-mobil itu bisa diperbaiki. Sebagian besar mobil itu bisa 'hidup' kembali jika diperbaiki di bengkel mobil murah yang banyak ada di India, kata mereka.
Namun ahli otomobil Hormazd Sorabjee tidak yakin.
"Air merupakan musuh terburuk mobil. Banyak hal harus diganti. Hanya memperbaiki sistem listrik dan elektronik mungkin tidak cukup," kata Sorabjee, yang juga editor majalah Autocar India.

Sumber gambar, NATHAN G
"Menurut saya membeli mobil yang rusak karena banjir sangat berisiko".
Di seberang lapangan, Naseem, yang mengelola perusahaan peminjaman mobil, tengah mencari Toyota SUV murah untuk menambah armadanya.
Bagaimana jika mobil itu tetap tidak bekerja setelah diperbaiki?
"Hidup ini bagai judi. Kadang kita menang, kadang kita kalah. Pelelangan ini juga sama."
Memang sulit membunuh mimpi di kuburan mobil ini!









