Operasi pemisahan bayi kembar siam di Swiss torehkan rekor

Bayi kembar siam dipisahkan melalui operasi selama lima jam.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Bayi kembar siam dipisahkan melalui operasi selama lima jam.

Sekelompok dokter di Swiss telah memisahkan bayi kembar siam berusia delapan hari yang berdempetan di bagian hati dan dada. Kedua bayi itu disebut-sebut sebagai bayi kembar siam termuda dunia yang berhasil dipisahkan.

Operasi pemisahan kedua bayi itu semula direncanakan akan berlangsung beberapa bulan mendatang. Namun, para dokter memutuskan untuk memajukan jadwal operasi mengingat nyawa mereka terancam. Salah satu bayi disebut memiliki terlalu banyak darah dan mengalami tekanan darah yang tinggi, sedangkan saudaranya tidak memiliki cukup darah.

Mereka dilahirkan delapan pekan lebih awal bersama satu saudara kandung lain yang tidak berdempet dan kondisinya sehat.

Mereka dilahirkan delapan pekan lebih awal bersama satu saudara kandung lain yang tidak berdempet dan kondisinya sehat

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Mereka dilahirkan delapan pekan lebih awal bersama satu saudara kandung lain yang tidak berdempet dan kondisinya sehat

Operasi pun dilangsungkan meski peluang suksesnya hanya 1%. Pihak Rumah Sakit Inselspital di Kota Bern, Swiss, mengatakan kedua bayi ‘berdempetan pada bagian hati, namun memiliki semua organ vital’.

Melalui operasi selama lima jam dan melibatkan 13 dokter, kedua bayi yang bernama Lydia dan Maya berhasil dipisahkan. Mereka disebut-sebut sebagai bayi kembar siam termuda yang mampu dipisahkan.

“Pemisahan saudara kembar yang berusia semuda itu sebelumnya tidak pernah berhasil,” kata rumah sakit.

Operasi pemisahan melibatkan belasan dokter dan perawat.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Operasi pemisahan melibatkan belasan dokter dan perawat.

Steffen Berger, kepala bagian bedah anak di rumah sakit tersebut, mengatakan operasi itu sukses berkat kerja sama dokter-dokter dari berbagai disiplin ilmu.

Kedua bayi yang berbobot 2,2 kilogram saat masih berdempetan itu kemudian menjalani operasi tambahan untuk menutup dinding perut mereka.

Surat kabar Le Matin Dimanche mengatakan kondisi mereka membaik dan mulai diberikan air susu ibu.