Pegawai museum Mesir hadapi dakwaan kasus janggut Tutankhamun

Topeng Tutankhamun

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Penampilan topeng Tutankhamun pasca restorasi, dipamerkan kembali pada Desember 2015.

Media Mesir memberitakan jaksa telah memerintahkan delapan pegawai museum untuk diadilli dalam pemasangan kembali janggut di topeng raja Mesir kuno, Tutankhamun.

Persidangan ini dilakukan setahun setelah penyelidikan resmi dilakukan dalam <link type="page"><caption> kasus pemasangan kembali janggut dengan cara sembrono</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/01/150122_restorasi_firaun" platform="highweb"/></link> dan menggunakan lem murahan.

Para tertuduh akan menghadapi dakwan pengabaian dan melanggar standar profesional.

Artefak yang berusia 3.000 tahun ini merupakan salah satu yang menarik perhatian para wisatawan.

Ahli konservasi di Musem Mesir telah memberikan penjelasan yang berbeda berkaitan dengan penyebab janggut menjadi terpisah itu.

Salah satu dugaan yang muncul yaitu tak sengaja terlepas, sementara pendapat lain menyebutkan telah dipindahkan karena longgar.

Jaksa mengatakan para pekerja waktu itu "secara sembrono" berupaya untuk menutupi kesalahan, dengan menggunakan lem yang tidak layak untuk memperbaiki topeng tersebut.

Mereka berupaya untuk memasang kembali janggut tersebut, dan kemudian juga mencoba untuk menghilangkan bukti kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Topeng Tutankhamun

Sumber gambar, AlAraby AlJadeed

Keterangan gambar, Perbaikan topeng Tutankhamun dilakukan dengan menggunakan lem.
Topeng Tutankhamun

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Restorasi Topeng Tutankhamun dilakukan oleh sebuah tim ahli dari Jerman.
Tutankhamun

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Topeng Tutankhamun kembali dipamerkan setelah sukses direstorasi.

Pemberitaan, dalam Daily News Egypt, mengutip jaksa yang mengatakan :"Mengabaikan seluruh metode sains untuk restorasi, para tersangka berupaya untuk menyembunyikan kejahatan mereka dengan menggunakan alat logam untuk menghilangkan bagian lem yang terlihat, sehingga merusak peninggalan 3.000 tahun itu tanpa hati nurani."

Mereka yang dihadirkan dalam sidang termasuk seorang mantan direktur museum dan mantan direktur restorasi.

Oktober laly, sebuah tim ahli konservasi yang dipimpin oleh pakar dari Jerman mulai bekerja untuk memperbaiki kerusakan dan memasang janggut dengan profesional.

Setelah sukses direstorasi, topeng itu kembali dipamerkan di musem pada Desember lalu.