#TrenSosial: Jokowi termasuk pemimpin paling banyak diikuti di Facebook

Sumber gambar, FACBEOOK
Presiden Joko Widodo menjadi satu dari lima pemimpin negara dunia yang memiliki pengikut terbanyak di jejaring Facebook, menurut riset perusahaan komunikasi Burson-Marsteller.
<link type="page"><caption> Laman resmi Presiden Barack Obama</caption><url href="https://www.facebook.com/barackobama/?fref=ts" platform="highweb"/></link> berada diposisi atas dengan lebih dari 46 juta jempol disusul dengan <link type="page"><caption> laman pribadi Perdana Menteri India Narendra Modi</caption><url href="https://www.facebook.com/narendramodi/?fref=ts" platform="highweb"/></link> dengan 31 juta pengikut di posisi dua.
Sementara itu laman resmi <link type="page"><caption> Kantor Perdana Menteri India</caption><url href="https://www.facebook.com/PMOIndia/?fref=ts" platform="highweb"/></link> yang juga memprofilkan Narendra Modi berada di posisi tiga dengan 10,1 juta pengikut, tulis Burson-Marsteller dalam rilisnya, Senin (18/01).

Sumber gambar, AP
Laman presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berada diposisi empat dengan 8 juta jempol, dan diikuti dengan laman Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden Joko Widodo yang sama-sama memiliki 6 juta pengikut.
Dalam risetnya, sekitar 90% pemerintahan di dunia memiliki laman resmi. Ada 87 kepala negara, 82 kepala pemerintahan, dan 51 menteri luar negeri yang aktif memperbaharui laman pribadi mereka di platform itu.
Bukan satu-satunya ukuran
Namun menurut pengamat media sosial Enda Nasution, jumlah pengikut bukanlah satu-satunya tolak ukur yang digunakan untuk menilai efektifitas penggunaan Facebook oleh para politisi.
"Jumlah pengikut itu ukuran paling mudah, dan bisa dilihat oleh publik. Tetapi kalau kita ingin lihat jauh lebih dalam, ada data yang tidak terbuka di publik seperti tingkat interaksi (level of engagement), dari jumlah likes, shares, dan comments dalam tiap unggahan. Itu statistik yang juga perlu dilihat. Percuma diikuti banyak orang tapi tidak ada interaksi," katanya.
Di sisi pengguna, lanjut Enda, mereka juga harus bisa menilai apakah kehadiran tokoh tersebut dalam Facebook itu memberi manfaat. Misalnya apakah suara-suara mereka ditanggapi atau malah dianggap angin lalu. Komunikasi dua arah adalah salah satu yang penting dalam jejaring Facebook, sambungnya.

Dalam delapan tahun terakhir, menurut Burson-Masteller, Facebook memang sudah menjadi platform pilihan bagi pimpinan dunia dan pemerintah untuk berinteraksi dengan pendukung dan konstituennya.
Mereka tidak hanya lebih akrab dan lebih profesional menggarap sosial media, tetapi mereka juga mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas unggahan. "Juga cukup menyenangkan melihat bahwa politisi sukses di Facebook juga berprilaku seperti layaknya pengguna Facebook, membagikan gambar kehidupan personal, ketika liburan, dan juga anaknya," kata Jeremy Galbraith, CEO Burson-Marsteller wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.









