Singapura tangkap tertuduh radikal asal Bangladesh

Para tertuduh

Sumber gambar, mha singapore

Keterangan gambar, Para tertuduh radikal asal Bangladesh ditangkap antara pertengahan November hingga awal Desember 2015.

Pihak berwenang Singapura menangkap 27 warga Bangladesh yang dituduh berencana atau ikut serta dalam tindakan ekstremisme.

Satu orang tetap ditahan sedangan 26 lainnya dipulangkan ke Bangladesh dan semua pria itu bekerja di perusahaan konstruksi di Singapura yang ditangkap pada pertengahan November hinggal awal Desember 2015.

Mereka disebut sebagai anggota kelompok yang saling berbagi bahan-bahan radikal dan jihad serta berupaya merekrut warga Bangladesh lain di negara pulau itu.

Ditambahkan bahwa para pria mendukung ajaran ulama radikal kelahiran Amerika Serikat, <link type="page"><caption> Imam Anwar al-Awlaki, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Yaman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/09/110930_ulama" platform="highweb"/></link> pada September 2011 lalu.

Walau tidak merencanakan serangan di Singapura, penyelidikan yang dilakukan memperlihatkan ada yang mempertimbangkan untuk melakukan serangan di luar Singapura.

"Beberapa dari mereka mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan dan berpartisipasi dalam jihad bersenjata di Timur Tengah," seperti dinyatakan oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Salah seorang yang masih berada di tahanan akan dipulangkan jika hukumannya selesai karena ditangkap dengan tuduhan berupaya meninggalkan Singapura secara ilegal.

Pengumuman ini disampaikan setelah kelompok militan <link type="page"><caption> Negara Islam atau ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan di Jakarta,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160120_indonesia_isis_serangan_jakarta" platform="highweb"/></link> Kamis (14/01) pekan lalu, yang menewaskan empat warga sipil dan empat penyerangnya.