Lee Kuan Yew tutup usia, ucapan duka mengalir ke Singapura

Bendera Singapura dikibarkan setengah tiang menyambut wafatnya Lee Kuan Yew.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Bendera Singapura dikibarkan setengah tiang menyambut wafatnya Lee Kuan Yew.

Sesaat setelah <link type="page"><caption> Lee Kuan Yew meninggal dunia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150318_singapura_lee_kuan_yew_pm" platform="highweb"/></link> pada Senin (23/03) dini hari, ucapan duka mengalir dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menulis dalam akun Twitter-nya, ‘Indonesia sangat berduka atas wafatnya Lee Kuan Yew. Bapak bangsa Singapore dan tokoh besar Asia.’

JK, begitu dia biasa disapa, menambahkan, ‘dibawah PM Lee Kuan Yew Singapore maju pesat dan memberi dampak yg besar ke Asean, pemikirannya selalu memberi inspirasi untuk Asia’.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Kementerian Luar Negeri RI. ‘Indonesia mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya mantan PM Singapura, YM Lee Kuan Yew.’

Selain dari Indonesia, sejumlah pemimpin dunia turut menyampaikan pesan.

Melalui jejaring Twitter, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengirim ucapan belasungkawa kepada Perdana Menteri Lee Hsien Loong yang juga putra mendiang Lee Kuan Yew.

Kemudian, Perdana Menteri Inggris David Cameron meluncurkan pernyataan berbunyi, “(Mantan Perdana Menteri Inggris) Lady (Margaret) Thatcher pernah berkata bahwa tiada perdana menteri lain yang dia kagumi lebih dari Tuan Lee atas ‘kekuatan pendiriannya, kejernihan pandangannya, kelugasan ucapannya, dan pandangannya ke depan’.”

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan duka cita terdalam kepada keluarga Lee Kuan Yew, dan sama-sama berduka dengan warga Singapura.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dirinya sangat sedih karena meninggalnya Lee dan menyampaikan rasa dukanya.