Sekolah diminta mengawasi internet terkait radikalisasi

Shamima Begum, Amira Abase and Kadiza Sultana

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Shamima Begum, Amira Abase dan Kadiza Sultana, murid Bethnal Green Academy pergi ke Suriah.

Selolah di Inggris harus memasang penyaring internet dan mengawasi pemakaian internet murid sejalan dengan rencana untuk melindungi mereka dari radikalisasi, kata Menteri Pendidikan Nicky Morgan.

Para menteri di kabinet Inggris khawatir anak muda dapat menjadi sasaran para ekstremis dan ada kemungkinan proses radikalisasi itu lewat komputer sekolah.

Morgan mengatakan sebagian <link type="page"><caption> murid dapat mengakses informasi tentang kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/03/140310_pendidikan_sekolah_islam" platform="highweb"/></link> di sekolahnya.

Asosiasi sekolah mengatakan akan menyambut baik penjelasan lebih rinci tentang rencana ini.

Reformasi -yang sudah diumumkan untuk dirundingkan- direncanakan setelah terjadinya sejumlah kasus anak sekolah yang mengunjungi atau berusaha mendatangi Suriah.

Pada bulan Februari, murid Bethnal Green Academy di London -Shamima Begum dan Amira Abase, keduanya berumur 15 tahun saat itu, dan Kadiza Sultana, 16 tahun- terbang dari London ke Istanbul untuk melakukan perjalanan ke Suriah.

Kepala sekolah mengatakan tidak terdapat bukti kalau mereka menjadi radikal di sekolah karena para murid tidak bisa mengakses media sosial lewat komputer sekolah.