Jepang kecam PBB terkait 'pacar bayaran'

Sumber gambar, AFP Getty
Pemerintah Jepang mendesak ahli PBB untuk menarik pernyataan bahwa 13% murid perempuan Jepang terlibat "pacar bayaran" yang dapat berupa hubungan seksual.
Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan pernyataan Maud de Boer-Buquicchio "tidak patut" dan "perlu disesalkan".
Tetapi pelapor khusus pelacuran anak ini mengatakan dirinya ingin menggarisbawahi gejala yang harus ditangani.
Pacaran dengan pembayaran berupa pihak pria menawarkan perempuan uang atau hadiah sebagai imbalan telah ditemani.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tahun lalu memperingatkan praktik yang dikenal dengan istilah <italic>enjo kosai</italic> ini karena 'terus memfasilitasi <link type="page"><caption> pelacuran anak-anak Jepang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151102_dunia_jepang_budak_seks" platform="highweb"/></link>'.
Pada akhir kunjungan ke Jepang pada tanggal 26 Oktober, De Boer-Buquicchio mengatakan dirinya menemukan "sejumlah bentuk eksploitasi seksual anak-anak yang berkembang dan terjadi" di negara itu.
"Saya terutama mengacu kepada gejala 'enjo kosai,' yang menjadi kecenderungan di antara murid perempuan. Sekitar 13% murid perempuan di Jepang terlibat dalam kegiatan ini," demikian kata De Boer-Buquicchio dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri Jepang.





