Tim sepak bola Missouri boikot laga melawan 'rasisme'

Para pesepak bola kulit hitam sebuah perguruan tinggi di AS mengatakan akan memboikot pertandingan sampai rektor universitas itu mengundurkan diri atas apa yang mereka sebut sebagai ketidakmampuannya menangani rasisme.
Lebih dari 30 pemain dari tim sepak bola Universitas Missouri di Columbia mendukung gerakan tersebut.
Hal ini muncul setelah salah seorang mahasiswa melakukan aksi mogok makan atas dugaan rasisme di perguruan tinggi yang didominasi kulit putih.
Sebagai tanggapan atas kejadian ini, rektor universitas Tim Wolfe berjanji untuk mengatasi masalah itu.
'Pilih kasih'
Dalam sebuah pernyataan, kelompok pemain kulit hitam mengatakan: "Para atlet sepak bola kulit hitam di Universitas Missouri sangat meyakini 'ketidakadilan di mana-mana adalah ancaman bagi keadilan di mana saja'.
"Kami tidak akan lagi berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sepak bola sampai rektor Tim Wolfe mengundurkan diri atau dipindahkan karena ketidakpeduliannya terhadap para siswa yang 'terpinggirkan'.
Sebuah foto juga dimuat daring menunjukkan sejumlah pemain dan pelatih yang mengunci lengan sebagai tanda solidaritas.

Para atlet mengatakan mereka bergabung dengan sejumlah kelompok protes lainnya di 35.000 kampus. Sejumlah pegiat sudah lama mengeluh tentang apa yang mereka gambarkan sebagai cercaan rasial dan pilih kasih terhadap orang-orang kulit hitam.
Wolfe kemudian berjanji untuk mengatasi masalah ini. Namun, dia tidak mengatakan apakah akan mengundurkan diri.
Ketegangan rasial bergolak di Missouri pada tahun 2014 setelah seorang polisi berkulit putih menembak remaja kulit hitam yang tak bersenjata, Michael Brown di kota Ferguson.
Penembakan itu kemudian memicu demonstrasi di seluruh negara bagian Amerika menentang dugaan rasis oleh polisi.












