Larangan menonton atas empat pendukung Chelsea

Paris Metro

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sekelompok pendukung Chelsea mencegah seorang lelaki kulit hitam masuk ke dalam kereta di Paris.

Empat pendukung klub Inggris, Chelsea, dilarang menonton pertandingan sepak bola antara tiga sampai lima tahun karena insiden rasis di kereta dalam kota Paris.

Pertengahan Februari tahun ini -seperti yang terekam dalam video- <link type="page"><caption> sekelompok pendukung Chelsea mencegah seorang lelaki kulit hitam masuk ke dalam kereta.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/02/150219_chelsea_psg_rasis" platform="highweb"/></link>

Mereka juga memekik komentar rasis saat mendorong Souleymane S ke luar dari gerbong kereta dan <link type="page"><caption> dia melaporkannya ke polisi setelah melihat video yang direkam oleh seorang warga Inggris.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/02/150219_chelsea_psg_rasis" platform="highweb"/></link>

Keempat pendukung -termasuk seorang pegiat hak asasi dan mantan polisi- dikenakan larangan menonton pertandingan oleh hakim di London, Rabu 22 Juli. Sedangkan seorang pendukung lainnya sudah diganjar hukuman serupa pekan lalu.

"Kebencian rasis diperlihatkan oleh beberapa pendukung Chelsea di kereta Paris malam itu," kata hakim Gareth Branston.

Hakim menambahkan peristiwa tersebut telah merusak reputasi sepak bola Inggris di Eropa.

Malam itu, 17 Februari, ribuan penggemar Chelsea berada di Paris untuk menyaksikan pertandingan di Liga Champions antara Chelsea melawan Paris St-Germain, yang berakhir dengan hasil seri 1-1.