#TrenSosial: Barujari atau Rinjani? Ketika media sosial ribut urusan nama gunung

Sumber gambar, REUTERS
- Penulis, Christine Franciska - @cfranciska
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Meletusnya Gunung Rinjani membuat bandara Ngurah Rai ditutup selama tiga hari dan <link type="page"><caption> ratusan penerbangan dibatalka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/11/151105_indonesia_rinjani_ngurahrai" platform="highweb"/></link>n. Namun selagi para penumpang luntang-lantung di bandara, pengguna media sosial bertanya-tanya: gunung apa yang meletus? Barujari atau Rinjani?
"Gunung Barujari itu masih sekitaran Gunung Rinjani, benerkan?" tanya @MufidChandra di Twitter.
"Barujari di Rinjani = Anak Samalas. Samalas siapanya Rinjani maaf?" tanya Indah W Hasyim melalui @indahwahy juga di Twitter.
Di Facebook BBC Indonesia, diskusi tampak lebih seru:
"Yang meletus itu bukan Gunung Rinjani, tapi anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari namanya! Yang saya tau sih begitu!" kata Muhammad Jusuf.
Bagus Andika Suari menulis,"Gunung Barujari Pak, bukan Rinjani.. hehee.. Kalo Rinjani mah jangan dulu ah."

Sumber gambar, FACEBOOK
Jadi mana yang benar? Gunung Barujari, Gunung Rinjani, atau anak Gunung Rinjani? Kami bertanya kepada Devy Kamil Syahbana dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Jawabannya? Semua penyebutan itu betul.
"Rinjani itu adalah sebuah kaldera besar yang terbentuk sudah lama sekali. Di dalam kaldera itu pusat letusannya berpindah-pindah," kata Devy, Kasubbid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur Indonesia.
"Diameter Rinjani besar sekali, delapan kilometer dari timur ke barat, dan 6,5 kilometer dari selatan ke utara," tambahnya.
Letusan paling besar tercatat pada 1257, kala itu pusat letusan berada di Gunung Samalas, di kompleks kaldera Rinjani. Kejadian ini terekam sebagai salah satu letusan paling dahsyat di dunia.

Sumber gambar, Syaf Uthafeinze
Setelah itu, Samalas sudah tidak ada lagi. Tetapi muncul kerucut-kerucut lain yang memiliki aktivitas vulkanik, salah satunya adalah Gunung Barujari, kerucut yang tumbuh dengan ketinggian 2.726 meter.
"Selain Barujari, ada juga gunung lainnya, kawah lain yang merupakan sumber aktivitas Rinjani. Yang kita observasi, ada Gunung Anak Barujari dan Gunung Rombongan."
Terkait penamaan, dia mengatakan semua penamaan yang ada di media massa selama ini betul, karena "secara keseluruhan, yang meletus adalah Gunung Rinjani, melalui Gunung Barujari."
Menurut catatan PVMBG, Rinjani telah meletus sebanyak 18 kali tetapi kekuatannya jauh di bawah letusan besarnya pada 1257.

Sumber gambar, GOOGLE MAPS
Bagaimana kondisi sekarang?
Aktivitasnya, menurut PVMBG, masih tercatat tinggi dengan abu mencapai ketinggian sekitar 700 meter sampai 2.000 meter di atas Barujari, atau sekitar 3.100 hingga 4.400 meter di atas permukaan laut.
Arah abu vulkaniknya tercatat berpindah-pindah sesuai arah angin: dari awalnya ke arah barat laut, barat, barat daya, sekarang cenderung ke selatan.
"Yang menarik, fragmentasinya sempurna sehingga abunya sangat halus. Inilah yang menjelaskan mengapa abu tersebar ke arah yang jauh, dan saya dengar sudah sampai ke Jawa Timur," kata Devy.
Bandara Ngurah Rai belum akan dibuka sampai besok (06/11) pukul 08.45 waktu setempat, menurut Juru bicara PT Angkasa Pura 1 Ida Bagus Ketut Juli Adnyana.
"Kabar dari BMKG, belum ada perubahan arah angin yang membawa abu dari Rinjani," ujarnya.











