Sekitar 3.000 warga Gunung Sinabung mengungsi

Pengungsi Sinabung

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Para warga mengungsi kembali sejak letusan besar Gunung Sinabung pada akhir pekan.

Sekitar 3.000 warga yang berada di sekitar Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatra Utara, mengungsi karena letusan gunung yang meningkat beberapa waktu belakangan.

Gunung ini aktif kembali pada tahun 2010 namun letusannya semakin meningkat pesat sejak awal Juni 2015. Sebelum letusan besar tahun 2010, Gunung Sinabung dalam keadaan tenang selama hampir 400 tahun lebih.

Pada akhir pekan, letusan gunung dilaporkan semakin membesar dan pada Senin 15 Juni terdapat 28 muntahan yang mengeluarkan awan dan gas panas degan kecepatan tinggi ke lereng gunung.

Gunung Sinabung

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dilaporkan terjadi 28 muntahan awan dan gas panas pada hari Senin.
Gunung Sinabung

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun cedera sejak meningkatnya kembali kegiatan Gunung Sinabung awal Juni.

Namun hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun yang cedera akibat meningkatnya kegiatan Gunung Sinabung.

Letusan besar yang terjadi pada Februari 2014 lalu, <link type="page"><caption> menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas dan ribuan orang harus mengungsi.</caption><url href=" Filename: http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/05/150513_galeri_sinabung" platform="highweb"/></link>

Gunung Sinabung

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Diperkirakan masih banyak lagi warga yang harus mengungsi dalam beberapa hari mendatang.

Walau sebagian warga bisa masih kembali ke rumahnya, namun banyak yang harus pindah ke <link type="page"><caption> perumahan yang dibangun pemerintah Indonesia untuk para pengungsi Sinabung.</caption><url href=" Filename: http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/05/150513_galeri_sinabung" platform="highweb"/></link>

Dalam perkembangan terbaru ini diperkirakan masih akan ada warga yang harus meninggalkan rumahnya.

"Kami rencananya akan mengevakuasi lima sampai enam kampung lagi dalam beberapa hari mendatang, jumlahnya sekitar 2.500 penduduk," jelas Asep Sukarna, seorang perwira militer setempat, kepada kantor berita AFP.