#TrenSosial : Pembantu rumah tangga untuk hadiah istri Anda

india maid

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Iklan yang mengundang kontroversi di India

Bulan November ini, masyarakat India merayakan Diwali dan dirayakan dengan saling bertukar hadiah.

Di tengah kesibukan masyarakat untuk mencari hadiah, sebuah iklan memicu debat pendapat kontroversi karena menganjurkan para suami untuk memberikan pembantu rumah tangga (PRT) sebagai hadiah untuk istrinya.

Iklan ini berbunyi "Permata tidak ada gunanya! Berikan istri Anda pembantu rumah tangga."

Gambar potongan iklan tersebut tersebar melalui Twitter dan mengacu pada website "BookmyBai". "Bai" adalah kata yang digunakan untuk menyebut pembantu rumah tangga perempuan.

Situs ini memang dibuka untuk mencari pembantu rumah tangga PRT.

Iklan perbudakan

Salah satu komentar di twitter menyebut iklan ini sebagai iklan perbudakan. "Jadi kini PRT menjadi objek yang bisa dijadikan hadiah?" bunyi salah satu komentar di halaman Facebook perusahaan tersebut.

"Pembantu -sebagai manusia- kini telah jadi komoditas, cara berpikir yang brilian, @BookMyBai memang jenius," tulis salah satu pengguna Twitter dengan akun @ramsankar83.

Beberapa komentar menyatakan peran PRT di India sangatlah bermanfaat namun sayangnya iklan ini memberikan pesan yang salah.

"Iklan ini menjadi ramai diperbincangkan di Whatsapp sungguh sangat problematik," tulis @anerishah99.

"Saya rasa para istri tidak akan setuju dengan iklan tersebut, tapi bagaimanapun juga jasa ini PRT sangat penting," tambahnya.

Salah satu pendiri website ini Anupam Sinhal menyatakan bahwa masyarakat terlalu menganggap serius iklan tersebut. "Kami tidak bermaksud memojokkan perempuan dan iklan ini bertujuan untuk hiburan semata," tambahnya.

Berdasarkan agama dan daerah

Situs ini juga menuai kontroversi lebih jauh karena memfasilitasi para kliennya untuk mencari PRT berdasarkan agama dan daerah.

"Membuat profil PRT berdasarkan agama dan daerah adalah diskriminasi, hentikan," komentar aktivis perempuan Kavita Krishnan.

Sihal berargumen ia tidak sepenuhnya setuju dengan cara ini tapi perusahaan hanya ingin memfasilitasi kklien mereka. Ia menambahkan semua PRT dari semua lapisan masyarakat diperbolehkan untuk beriklan mencari pekerjaan di website tersebut.

"Diskriminasi kalau kami menolak PRT karena agamanya. Tapi kami menerima semua pelamar," jelasnya.

Sedangkan untuk masalah bahasa, Sinhal berusaha membantu mencocokkan pekerja dan klien dengan kesamaan bahasa agar bisa berkomunikasi dengan baik.

Pencantuman tempat tinggal asal pekerja juga merupakan bagian dari keamanan dan mencegah terjadinya kejahatan di masa depan.

Sinhal mengatakan, "kami ingin memberikan informasi sebanyak mungkin karena mereka akan bekerja dan tinggal dengan orang-orang yang kita kasihi. "

Iklan ini bukanlah satu-satunya yang menyebabkan kontroversi di India. Pada bulan Mei lalu, terdapat iklan seorang Ibu yang mencari mempelai pria untuk anak laki-lakinya yang mengaku gay.

Iklan ini sangat mengejutkan masyarakat apalagi tertulis persyaratan yang menyebutkan sang mempelai harus berasal dari kalangan atas komunitas Brahmin dan berasal dari India Selatan.