Bocah pembuat jam asal AS terima beasiswa Qatar

Sumber gambar, AP
Ahmed Mohamed, anak 14 tahun asal Texas, Amerika Serikat, yang ditangkap karena jam buatannya disangka bom, akan pindah ke Qatar bersama keluarganya setelah menerima beasiswa.
Beasiswa tersebut berasal dari sebuah yayasan bernama Qatar Foundation for Education, Science and Community Development. Yayasan itu bakal memasukkan Ahmed dalam program ‘Inovator Muda’ dan akan membiayai pendidikan Ahmed selama sekolah menengah hingga strata satu.
“Keluarga kami menerima banyak tawaran dukungan sejak insiden penangkapan Ahmed. <link type="page"><caption> Dari Gedung Putih hingga Sudan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150918_trensosial_ahmedundangan" platform="highweb"/></link>, sampai Mekah, kami diterima beragam individu, entitas bisnis, dan pendidikan,” sebut keterangan resmi keluarga Ahmed.
Adapun Ahmed mengaku gembira bisa pindah ke Qatar.
“Qatar adalah tempat yang keren. Saya menyukai Kota Doha karena begitu modern. Saya melihat banyak sekolah luar biasa di sana dan guru-gurunya hebat. Saya pikir saya akan belajar banyak dan juga bersenang-senang,” ujar Ahmed.

Sumber gambar, AP
<link type="page"><caption> Insiden penangkapan Ahmed</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150916_trensosial_istandforahmed" platform="highweb"/></link> terjadi pada September lalu. Kala itu, Ahmed membawa jam rakitan buatannya ke sekolah dan memperlihatkannya kepada guru teknologi
Guru lain melihat jam tersebut dan mengiranya sebuah bom rakitan, lalu memanggil polisi, hingga akhirnya Ahmed ditangkap dan ditanyai polisi.
Peristiwa itu mendapat sorotan dari publik dan marak di media sosial dengan tagar #StandWithAhmed
Ahmed lalu diundang <link type="page"><caption> bertemu dengan Presiden AS Barack Obama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150916_majalah_obama_ahmed" platform="highweb"/></link>, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan individu tersohor lainnya.









