Sekolah diserukan tangani bahasa seksis

Sekolah-sekolah di Inggris didesak untuk menangani penggunaan bahasa yang seksis agar para remaja terhindar dari perlakuan dan pandangan stereotipe berbasis gender.
Sebuah panduan yang dikeluarkan Institute of Physics (IoP) menyebut, sekolah tidak sungguh-sungguh menangani "ledekan" seksis sebagaimana sekolah menangani bahasa rasis dan homofobik.
Disebutkan, hal ini bisa mengarah pada stereotipe gender, dan membuat anak perempuan tidak banyak yang menekuni bidang-bidang sains sebagaimana anak-anak lelaki.
"Anak perempuan tidak usah merasa bahwa gender mereka merupakan hambatan bagi keberhasilan," kata pernyataan pemerintah.
Panduan berjudul Opening Doors, akan diluncurkan dalam sebuah acara IoP, juga mendesak para guru untuk mengkaji bahasa mereka sendiri, untuk memastikan bahwa mereka "secara tidak sadar menularkan pesan-pesan negatif."
Panduan didasarkan pada wawancara dengan para staf dan anak-anak muda di sepuluh sekolah di inggris.

Sumber gambar, Getty
Diakui bahwa sekolah-sekolah memiliki kebijakan untuk melawan bahasa yang rasis dan homofobik, dan seksis di situs-situs mereka.
Namun pada umumnya, kesadaran para guru masih belum merata, dan bahasa seksis diperlakukan kurang sungguh-sungguh dibanding bahasa homofobik dan rasis.
Perilaku homofobia juga masih tampak di beberapa sekolah, misalnya, "siswa yang dihambat untuk mengambil pelajaran yang secara tradisional dikaitkan dengan lawan jenis karena mereka khawatir akan dirundung (dibuli) secara homofobik," tambahnya.
Pemimpin konferensi, Dame Barbara Stocking, mengatakan: "Kami tahu kita memiliki masalah dengan stereotip gender terkait mata pelajaran di sekolah.
"Misalnya anak perempuan dalam matematika, fisika dan teknik; sementara anak laki-laki dalam bahasa asing modern."
Yang menarik, stereotipe gender sama besarnya baik terhadap anak laki-laki maupun anak perempuan.
Panduan Opening Doors antara lain menyerukan diberlakukannya kebijakan yang memastikan bahwa semua mata pelajaran diberikan dalam tingkat kesulitan yang relatif setara kepada semua siswa.












