Skandal emisi: VW akan umumkan bos baru

Sumber gambar, EPA
Dewan direksi Volkswagen yang terguncang oleh skandal akan bertemu pada Jumat (25/9) ini untuk melakukan pergantian jajaran manajemennya.
Pertemuan itu diagendakan untuk memilih pengganti CEO Martin Winterkorn yang mengundurkan diri pada Rabu (23/9).
Dewan direksi mungkin berusaha menemukan pengganti dengan cepat, atau akan menunjuk seorang CEO sementara.
Pertemuan itu juga akan memecat beberapa eksekutif yang tersangkut skandal pemalsuan uji emisi menggunakan piranti lunak pada mobil-mobil dieselnya di Amerika Serikat.

Sumber gambar, AFP
Selain itu, penjelasan terinci tentang lokasi <link type="page"><caption> 11 juta mobil dalam skandal ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150922_majalah_vw_emisi" platform="highweb"/></link> juga rencananya akan diumumkan.
<link type="page"><caption> Pihak berwenang AS menemukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150920_majalah_emisi_vw" platform="highweb"/></link> bahwa piranti lunak dalam mesin diesel yang digunakan oleh Volkswagen bisa mendeteksi saat diuji dan akan mengurangi emisi yang dihasilkan.
Artinya, emisi yang dihasilkan saat berkendara jauh lebih tinggi dari yang ditemukan pada pengujian.
Para calonnya
Banyak orang berpikir bahwa posisi bos baru Volkswagen akan ditempati oleh CEO Porsche Matthias Mueller.
Mueller berlatar belakang teknik mesin dan tahu seluk-beluk brand tersebut karena bergabung dengan Audi yang dimiliki oleh VW pada 1977.
Dia juga mengurusi semua proyek kendaraan untuk Volkswagen pada 2003.
Mueller dilihat punya peluang besar karena dia terkenal dekat dengan keluarga yang menguasai VW. Dia juga pernah disebut sebagai pengganti Winterkorn pada April lalu, saat terjadi perebutan kekuasaan dengan ketua dewan direksi saat itu, Ferdinand Piech.

Sumber gambar, Getty
Porsche dimiliki oleh Volkswagen, tapi yang membingungkan, VW dikendalikan oleh Porsche SE, perusahaan induk, di mana Mueller sudah menjadi bagian dari dewan direksi.
Kandidat pengganti lainnya adalah Herbert Diess, kepala brand Volkswagen.
Diess baru bergabung dengan VW dari BMW pada Juli lalu, sehingga tak akan tercemar skandal.
Dia punya reputasi menghemat anggaran di BMW karena pernah bekerja di berbagai grup berbeda, termasuk di pabrik Mini milik BMW di Oxford.
Mengingat kerugian akan menjadi dampak dari skandal emisi ini, maka penghematan sangat mungkin diprioritaskan.

Sumber gambar, Getty
Jika dewan direksi memutuskan untuk melihat calon di luar Volkswagen, mereka mungkin akan mempertimbangkan Elmar Degenhart, ketua dan CEO dari pembuat ban Continental.
Menjadi penyedia utama industri mobil berarti dia akan aman meski <link type="page"><caption> penyelidikan akibat skandal emisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150922_majalah_vw_emisi_investigasi" platform="highweb"/></link> akan meluas ke perusahaan mobil lainnya.
Hans Dieter Potsch, yang mengawali karirnya di BMW, adalah direktur keuangan di Volkswagen dan Porsche SE.
Awal bulan ini, dia dikabarkan akan menjadi pemimpin baru VW, menggantikan Ferdinand Piech.

Sumber gambar, Getty
Dukungan merata dari dewan direksi juga menunjukkan bahwa mungkin dia akan dibawa menjadi direktur eksekutif.
Rupert Stadler, memimpin merek Audi yang juga dimiliki oleh VW, adalah bos brand ketiga yang kemungkinan jadi pengganti direktur eksekutif.
Memimpin Audi, dia juga mengendalikan Ducati, Lamborghini, dan sebagian klub sepakbola Bayern Munich.

Sumber gambar, Getty
Sebelum skandal emisi, dia dikabarkan akan menjadi pengganti Hans Dieter Potsch sebagai direktur keuangan.
Dia adalah pilihan tidak biasa di antara kandidat lainnya karena berlatar belakang keuangan, bukan mesin.









