#TrenSosial: Foto anak pengungsi dan polisi Serbia menjadi viral di media sosial

Orang Suriah banyak memuji polisi Serbia ini. "Mereka adil. Merekalah yang pertama yang tidak memperlakukan kami sebagai binatang" -- begitu kicau Manveen Rana

Sumber gambar, TWITTER MAVEEN RANA

Keterangan gambar, Orang Suriah banyak memuji polisi Serbia ini. "Mereka adil. Merekalah yang pertama yang tidak memperlakukan kami sebagai binatang" -- begitu kicau Manveen Rana

Foto ini sangat menarik perhatian, bahkan di antara banyaknya foto yang beredar mengenai para migran yang pergi ke Eropa dalam beberapa pekan terakhir.

Foto tersebut menunjukkan seorang petugas polisi sedang menggendong bocah pengungsi Suriah.

Momen yang diabadikan oleh jurnalis BBC Radio 4, Manveen Rana, telah dibagikan ribuan kali. Rana mengambil foto tersebut di dekat perbatasan di Serbia Selatan, di mana sekelompok migran termasuk dari Suriah dan Irak tiba setelah berjalan kaki sepanjang malam.

Para migran harus melewati dua perbatasan untuk sampai di sana.

"Terjadi keributan di malam sebelumnya di antara perbatasan Yunani dan Macedonia," ungkap Rana. "Ribuan orang terjebak di sana selama berhari-hari dalam kondisi yang memprihatinkan, dan pada pukul satu pagi, terjadi keributan besar dan mereka menyerbu perbatasan."

Beberapa pengungsi mengatakan mereka telah dipukuli oleh polisi Macedonia. Mereka (pengungsi) kemudian melanjutkan ke utara menuju perbatasan Macedonia dengan Serbia.

"Orang-orang yang sampai di sana sangatlah kelelahan, terutama anak-anak," kata Rana. "Para petugas kepolisian juga sudah berada di sana dalam cuaca yang panas, memproses ratusan orang, bukanlah hal yang mudah."

Para pengungsi diproses oleh petugas kepolisian dan kemudian menunggu bus PBB untuk membawa mereka menjauh dari perbatasan.

Saat itulah ketika seorang petugas kepolisian melihat seorang anak kecil dan kemudian menggendongnya.

"Sangat manusiawi untuk menggendong anak kecil seperti itu," ungkapnya. "Banyak warga Suriah yang menghampiri saya dan mengatakan 'ini adalah pertama kalinya seorang petugas polisi tidak memperlakukan kami seperti binatang.' Warga Suriah di Twitter mengirimkan pesan pada saya, mengatakan bahwa itu seperti sebuah momen pembebasan, karena mereka telah melewati perang itu sendiri."

Anak-anak kelelahan, mereka menempuh dua perbatasan dan berjalan sepanjang malam menuju ke sini, kicau Maveen Rana.

Sumber gambar, TWITTER MAVEEN RANA

Keterangan gambar, Anak-anak kelelahan, mereka menempuh dua perbatasan dan berjalan sepanjang malam menuju ke sini, kicau Maveen Rana.

Foto itu juga menimbulkan banyak komentar mengenai perang Balkan pada 1990-an di Twitter.

"Ingatlah hal ini, ketika kalian berpikir bahwa orang Serbia adalah (pembunuh) manusia," komentar seorang asal Serbia. Lainnya mengatakan: "Akhirnya beberapa kebenaran mengenai Serbia, itu adalah wajah asli Serbia, bukan semua propaganda 90-an."

Ada juga kritik terhadap media barat dan BBC khususnya - kebanyakan warga Serbia merasa mereka telah ditampilkan secara tidak adil di media.

Namun sebagai cerminan bagaimana wilayah itu masih 'terbelah', sejumlah pengguna Twitter mengklaim bahwa polisi itu adalah etnis Albania yang menjadi polisi di Serbia. "Ini adalah polisi Albania, Serbia tidak pernah melakukan ini."

Rana saat ini berpergian melalui Serbia bersama sejumlah keluarga Suriah. Pada akun Twitter-nya, dia juga menuliskan bahwa supir taksi Serbia dan para pebisnis telah mamatok harga mahal bagi para pengungsi. "Supir taksi sangatlah kejam. Mereka memutari area kamp #pengungsi dan mematok harga yang sangat tinggi di pemberhentian terakhir," kicaunya.

Walau banyak yang berargumen tentang latar belakang etnis polisi, sebagian orang tidak mempedulikannya. "Apapun kewarganegaraannya," komentar seseorang, "petugas polisi selalu menjaga reputasi seragamnya :)"