Pengusaha Australia berbagi sumber daya

Airtasker

Sumber gambar, Airtasker

Keterangan gambar, Airtasker menghasilkan pekerjaan senilai Aus$20 juta per tahunnya.

Hanya ada sedikit pengusaha yang terinspirasi oleh uban ayah mereka.

Sebagai seorang anak yang dibesarkan di Sydney, Tim Fung, salah seorang pendiri dan pimpinan eksekutif Airtasker – sebuah pasar daring yang memungkinkan pengguna untuk membayar seseorang melakukan pekerjaan untuk mereka – diberi uang saku oleh ayahnya untuk mencabuti uban.

“Ia biasanya berkata ‘setiap kali kamu cabut uban saya, saya bayar lima sen’,” kata Fung, 32.

“Saya ingat ia bilang ke saya, Saya akan bayar kamu 10 sen untuk hari ini, dan ia tertidur di depan TV.”

“Setiap lembar kamu cabut, saya bayar lima sen,’ dan saya ingat sekali ia berkata pada saya, ‘sesungguhnya saya akan beri kamu sepuluh sen hari ini’ dan dia jatuh tertidur di depan TV.

Maka saya duduk di situ sekitar dua jam mencabuti ubannya. Saya ingat saya dapat 25 dolar Australia untuk bekerja dua jam itu, yang, buat anak sepuluh tahun seperti saya waktu itu, tentu itu jumlah yang fantastis.”

Bakat rajin Fung tumbuh bertahun-tahun kemudian sebagai seorang pengusaha.

'Pasukan uban'

Fung Family

Sumber gambar, Fung Family

Keterangan gambar, Tim Fung dipangku oleh ayahnya yang memberinya 'pekerjaan' mencabut uban.

Seorang bekas bankir Fung memulai Airtasker pada tahun 2011 bersama mitra bisnis yang ia percaya Jonathan Lui. Pasangan ini telah berteman lebih dari sepuluh tahun sesudah bertemu di University of New South Wales di Sydney.

"Kami sering tidak tidur 18 bulan pertama," kata Fung mengingat hari-hari awal mendirikan Airtasker.

Namun, usaha ini berkembang cepat.

Kini usahanya memiliki 320.000 pengguna terdaftar di seluruh Australia, dengan sekitar 15.000 pekerjaan dan tugas-tugas yang muncul darinya setiap bulan.

Secara keseluruhan setiap tahun, ini berarti transaksi tahunan sebesar 20 juta dolar Australia dan Airtasker mengambil 15% komisi dari uang yang dibayarkan untuk setiap pekerjaan.

"Kita telah tumbuh tujuh kali lipat beberapa tahun ini," kata Fung.

"Airtasker berfungsi dengan mem-posting pekerjaan melalaui aplikasi telepon pintar di iPhone atau Android, atau dari situs daring," katanya.

"Kita memiliki tenaga kerja lokal yang akan datang dan menawarkan diri untuk pekerjaan itu. Jadi mereka akan berkata ‘Saya bisa mengerjakannya Mereka akan berkata “Saya bisa mengerjakannya dengan upah UAS$100 atau 200 tau 300. Anda cukup tinggal melihat pilihan tenaga kerja yang tersedia. Anda pilih yang terbaik untuk pekerjaan itu berdasarkan reputasi dan umpan balik yang mereka terima untuk pekerjaan sebelumnya. “

Fung menambahkan bahwa orang yang mengambil pekerjaan di Airtasker terdiri dari tiga kelompok utama.

Pertama, mahasiswa yang mengerjakan pekerjaannya di antara kuliah; kedua pekerja freelance terlatih berusia antara 30-45 tahun.

Kelompok ketiga adalah "pasukan uban", yang merupakan orang Australia berusia 60 tahun ke atas, yang terkadang merupakan bekas pekerja profesional yang mencari uang dan untuk menjaga diri tetap aktif.

Tugas yang dikerjakan cukup beragam, mulai dari membersihkan oven, memasang furnitur, hingga pekerjaan yang ditawarkan oleh perancang situs daring dan peneliti pasar. Lalu ada juga pekerjaan-pekerjaan yang ‘aneh’.

Fung mengatakan, "Seorang ahli bedah saraf dari Sydney memutuskan untuk melamar calon istrinya dan memilih cincin yang ada di Houston, Texas.

"Ketika ia putuskan ia ingin mengajukan pertanyaan itu dalam lima hari, ia membutuhkan seseorang yang ia percayai untuk terbang ke Texas dan membawa cincin kawin yang sangat sangat mahal itu ke Sydney.

"Alexa, seorang ibu dua anak, terpilih untuk mengerjakan tugas itu. Ia terpercaya dengan mendapat 250 review bintang lima, dan ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bertemu dengan teman lamanya yang tinggal di Dallas, Texas."

Airtasker tidak unik – pesaingnya seperti Fivrr dan Handy menempati usaha yang sama. Usaha ini menerima investasi jutaan dolar termasuk dari dua perusahaan dana investasi Australia, Exto Partners dan Bridgelane.

Sekitar Aus$6,5 juta tambahan baru-baru ini didapat dari Morning Crest Capital yang berkantor di Shanghai, ketika perusahaan ini meluaskan usaha ke luar Australia.

Fung, yang ayahnya lahir di Hong Kong, dan ibunya merupakan generasi keempat Australia keturunan Cina, mengatakan ia sangat gembira berhasil mendapat dana dari Cina.

'Berbagi sumber daya'

Airtasker

Sumber gambar, Airtasker

Keterangan gambar, Mengerjakan pindahan rumah termasuk yang bisa dikerjakan oleh Airtasker.

Fung mengatakan orangtuanya pekerjakeras dan tekun, sekalipun tidak seluruh ciri itu ada padanya. Ia merupakan yang termuda dari tiga bersaudara – ia punya dua kakak perempuan – Fung bersekolah di North Sydney Boys High School yang bergengsi.

“Di sekolah kadang saya baik, kadang nakal. Saya rasa saya sangat baik ketika memulai. Saya punya masa buruk di awal remaja saya ketika saya hampir menjadi anak paling buncit di sekolah. Tapi akhirnya saya lulus dengan lumayan. Saya tidak bilang bahwa saya ini anak paling intelektual di sekolah.”

Sebagai seorang anak laki-laki, ia kadang bertolak belakang dengan teman-temannya. Ia memilih bermain hoki es sementara teman-temannya ingin bermain sepakbola.

Dan mungkin bukan kejutan bahwa karirnya di Macquarie Bank yang berpengaruh di Australia hanya bertahan lima tahun.

Ia berkata, "Cara anda memecahkan masalah dalam perbankan adalah dengan menghilangkan segala risiko dari sebuah model yang kita buat.”

"Saya selalu berpikir, hey, ini jadi tidak menarik. Banyak bisnis tak akan pernah dimulai kalau kita harus melakukan hitung-hitungan seperti ini."

Seperti kebanyakan pengusaha, Fung 32 tahun, menikmati perjudian seperti ini, bahkan ketika ia menonton balap kuda atau melakukan panjang tebing.

“Hal terbaik adalah memaksa diri Anda dengan mengerjakan sesuatu yang berbahaya di luar kantor yang membuat kerja otak Anda berpikir di luar pekerjaan, maka hal seperti panjang tebing adalah hal yang hebat,” katanya.

Namun bisnis punya daya magnetis. Sekalipun Fung berniat menikahi tunangannya yang lahir di Beijing, Modi, tahun depan, dan menikmati keriuhan yang ditimbulkan oleh anak anjing Labrador-nya, ia menghabiskan sebagian besar energinya pada usahanya dalam “ekonomi berbagi” yang menantang cara konvensional dalam jual beli.

"Ini konsep yang hebat, dan segala yang kita bicarakan adalah mengambi sumber daya yang sudah ada di dunia ini dan menggunakannya sebaik mungkin,” katanya.

"Jadi apakah dengan menyewakan rumah Anda, menyewakan mobil Anda atau membuat orang yang ingin bekerja tapi tak bisa. Semua itu adalah berbagi sumber daya,” katanya.

"Ini bukan hal yang akan bersilih ganti dimana ada kondisi ekonomi baik dan buruk, ini sesuatu yang lebih mendasar yang mempengaruhi cara orang berusaha di masa depan."