Dana pensiun Cina akan investasi di bursa saham

Sumber gambar, AFP
Cina akan mengizinkan dana pensiun negara untuk pertama kalinya menanam modal di bursa saham, seperti dilaporkan kantor berita resmi Xinhua.
Berdasarkan peraturan baru maka dana pensiun negara dibolehkan menginvestasikan 30% dari asetnya di saham-saham yang tercatat di dalam negeri.
Dana pensiun negara Cina, menurut Xinhua, mencapai 3,5 triliun yuan atau sekitar US$548 miliar.
Langkah ini merupakan upaya terbaru pemerintah Cina untuk menahan turunnya nilai-nilai saham di negara itu.
Selain investasi lewat saham, dana pensiun negara juga diizinkan menanam modalnya di sejumlah instrumen pasar lainnya, termasuk derivative. Dengan meningkatnya permintaan di bursa maka diharapkan harga-harga saham akan naik.
Indeks gabungan Shanghai pada Jumat (21/08) pekan lalu turun lebih dari 4% setelah munculnya statistik yang memperlihatkan <link type="page"><caption> aktivitas pabrik-pabrik Cina menyusut dengan laju tercepat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150821_majalah_cina_pabrikterendah." platform="highweb"/></link> dalam lebih dari enam tahun terakhir.
Sejak pertengahan Juni tahun ini, nilai saham-saham Cina sudah menurun lebih dari 30%.
Awal tahun 2015, Bank Sentral Cina mendevaluasi mata uang yuan sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor setelah pertumbuhan ekonomi negara itu memasuki laju terendah tahun lalu sejak 1990 lalu.
Kekhawatiran akan melambannya perekonomian Cina yang berkepanjangan juga berdampak dengan turunnya pasar-pasar saham dunia, seperti di Amerika Serikat dan Eropa.









