#TrenSosial: Pengalaman menjadi Muslim di AS

Shamsi Ali

Sumber gambar, Shamsi Ali

Keterangan gambar, Shamsi Ali dalam salat Idul Fitri di New York.

Imam asal Indonesia di New York, Shamsi Ali -menjawab pertanyaan tentang bagaimana kehidupan Muslim di Amerika Serikat- mengatakan agama Islam sudah diterima sebagai bagian integral masyarakat.

Melalui Facebook BBC Indonesia, Mohammad Rizaldi Pratama menanyakan, "Apa tanggapan warga Amerika saat tahu kalau kita beragama Islam, apakah kebanyakan bersikap biasa-biasa saja atau malah kaget?"

Shamsi, imam masjid yang telah tinggal di New York selama sekitar 20 tahun mengatakan, "Di Amerika itu, Islam bukan lagi sesuau yang asing. Bahkan Islam smenjadi agama yang paling populer dengan perkembangan terpesat."

"Memang masih ada yang belum paham, khususnya di daerah-daerah terpencil di luar kota. Tapi di kota-kota besar seperti New York, Islam sudah diterima sebagai bagian integral dari masyarakatnya," tambah Shamsi yang sebelumnya hadir dalam diskusi <link type="page"><caption> Experiencing Islam in America</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150811_trensosial_pengalamanmuslim_as" platform="highweb"/></link> di pusat budaya @america di Jakarta Rabu (12/08) lalu.

Pemerintah kota New York sendiri, menerapkan<link type="page"><caption> libur sekolah untuk peringatan Idul Fitri dan Idul Adha</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150304_pendidikan_new_york" platform="highweb"/></link>.

Shamsi Ali

Sumber gambar, Shamsi Ali

Keterangan gambar, Di Jamaican Muslim Centre, New York.

Pertanyaan melalui Facebook BBC Indonesia yang kami pilihkan untuk dijawab Shamsi Ali:

Ber-Islam secara subur di AS

Apriarto Dayon Muktiadi: Bagaimana perjalanan isu Islamphobia di rezim Obama dan rezim sebelumnya?

Shamsi Ali: Memang kejadian 9/11 menjadikan pemimpin Amerika Serikat panik. Maka ketika (George) Bush berkuasa dan awal pemerintahannya diuji dengan awal pemerintahanya diuji dengan serangan teror, dia menjadi panik dan membabi buta. Kebijakan dalam negeri maupun di luar negerinya banyak dibangun di atas dasar balas dendam kepada teroris yang kebetulan berada di negara-negara Islam seperti Afghanistan.

Alhamdulilah sejak Barack Obama menjadi presiden ada perubahan-perubahan. Walaupun belum terlalu mendasar, misalnya UU yang dikenal dengan Patriotic Act diperbaiki, penutupan (kamp) Guantanamo, dan lain-lain.

Abdullah Gymastiar, Yusuf Mansur dan Shamsi Ali
Keterangan gambar, Abdullah Gymastiar, Yusuf Mansur dan Shamsi Ali dalam diskusi Experiencing Islam in America Rabu (12/08) lalu.

Tomi Bismak Siregar: Apa yang mendasari Islamphobia muncul atau terlahir di tengah masyarakat?

Shamsi Ali: Ada banyak penyebab terjadinya Islamphobia. Tapi menurut saya yang terpenting adalah, 1. Ketidaktahuan, 2 kegagalan umat Islam membuktikan jika Islam itu antitesis dari terorisme. Saya tetap yakin AS bukan bangsa yang anti-Islam. Justru kita bisa ber-Islam secara subur dan lebih maju di AS. Sebabnya adalah karena ke-Islaman kita dibangun di atas dasar kebebasan, bukan paksaan sistem atau bahkan sekedar terbawa lingkungan.