#TrenSosial: Hadapi Islamphobia di AS dengan interaksi

Islamphobia masih eksis di Amerika Serikat akibat ketidaktahuan tentang Islam namun interaksi lintas agama diharapkan mampu mengikis paham-paham keliru tentang Islam, kata <link type="page"><caption> imam Indonesia yang tinggal di New York, Shamsi Ali.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/11/131105_majalahlain_imam_newyork" platform="highweb"/></link>

Shamsi Ali
Keterangan gambar, Menghadapi Islamphobia dengan terus melakukan dialog antar agama, kata Shamsi Ali.

Dalam diskusi Experiencing Islam in America (Pengalaman tentang Islam di Amerika) di pusat kebudayaan @America di Jakarta yang juga dihadiri oleh dua ulama lain, Abdullah Gymnastiar dan Yusuf Mansur, Shamsi mengatakan inti dari ketakutan tentang Islam adalah "ketidaktahuan."

"Islamphobia terjadi karena orang tidak tahu. Yang bahaya adalah kita yang menjadi sumber ketidaktahuan," jelasnya.

Ia mengatakan yang menjadi "tantangan terbesar (umat Muslim sekarang) adalah (apakah kita) mampu mewakili keindahan Islam?," tambah Shamsi yang telah tinggal di New York selama sekitar 20 tahun.

Shamsi Ali
Keterangan gambar, Shamsi Ali (kiri), Aa Gym, Yusuf Mansur (kanan) dalam diskusi Experiencing Islam in America.

Untuk mengatasi Islamophobia, Shamsi mengatakan, "Yang pertama adalah terus menerus melakukan melakukan engagement (berinteraksi)."

"Misalnya bila ada kekhawatiran, curiga, pada tingkatan pemerintah kita lakukan pendekatan. Saat saya menjadi imam di masjid New York, salah satu engagement yang dilakukan adalah dengan pemerintah lokal, dengan Michael Bloomberg (walikota New York saat itu)."

Dengan pendekatan yang terus dilakukan, pandangan keliru akan terkikis. Shamsi bercerita bagaimana dia dan walikota New York pada akhirnya menjadi dekat.

Bloomberg menyampaikan "assalamualaikum, menyampaikan selamat Idul Fitri... karena pendekatan yang kita lakukan," tambahnya.

Selain itu, dialog antar agama juga harus dilakukan <link type="page"><caption> termasuk ke komunitas Yahudi.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/11/141117_muslim_yahudi" platform="highweb"/></link>

"(Dan) yang terpenting adalah berinteraksi dengan masyarakat yang luas" agar umat antar agama dapat "bergotong royong dalam kehidupan sosial."

Abdullah Gymnastiar yang biasa dipanggil Aa Gym menambahkan upaya menghadapi kekhawatiran soal Islam ini adalah dengan "memulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai mempraktekkan Islam dengan benar."