'Pemakaman mewah' kucing kepala stasiun Jepang

tama

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tama menyumbangkan sekitar US$8,9 juta kepada ekonomi setempat.

Pemakaman mewah dilakukan bagi seekor kucing yang menjadi bintang dunia karena dijadikan kepala stasiun di Jepang barat.

Tama, yang dijadikan pejabat kereta api delapan tahun lalu, dianggap berjasa menjadikan keuangan perusahaan kereta kembali sehat karena mendatangkan ribuan wisatawan.

<link type="page"><caption> Topi dan jaket yang khusus dibuat untuknya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150625_majalah_kucing_stasiun" platform="highweb"/></link> membuat Tama menjadi bagian dari stasiun Kishi.

Kucing berumur 16 tahun mati karena gagal jantung pada tanggal 22 Juni.

Puluhan pejabat perusahaan dan ribuan penggemarnya muncul di pemakaman gaya Shinto untuk Tama pada hari Minggu (28 Juni), di mana dia diangkat statusnya menjadi dewi.

Agama Shinto yang dianut banyak orang di Jepang, memiliki sejumlah dewa, termasuk binatang.

Tama

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kucing Tama dianggap berjasa karena berhasil menarik wisatawan.

Saat upacara, para pejabat mengucapkan terima kasih kepada kucing bintang tersebut karena menyelamatkan stasiun dengan menarik perhatian wisatawan dunia.

Pimpinan Wakayama Electric Railway, Mitsunobu Kojima, juga memberikannya gelar khusus "kepala stasiun kehormatan", lapor kantor berita AP.

Dia mengatakan Tama menyumbangkan sekitar US$8,9 juta atau Rp118 miliar kepada ekonomi setempat.