MERS, Korea Selatan pangkas suku bunga

Pembersihan

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Petugas menyemprot tempat-tempat umum termasuk kereta bawah tanah di Seoul.

Bank sentral Korea Selatan telah memangkas suku bunga ke tingkat terendah sejauh ini, di tengah kekhawatiran tentang wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).

Suku bunga diturunkan 0,25 poin menjadi 1,5% - setelah pemotongan keempat dalam waktu kurang dari setahun. Ini juga merupakan pemotongan ketujuh sejak siklus pelonggaran dimulai tiga tahun lalu.

Langkah ini dilihat sebagai upaya membendung jatuhnya ekonomi karena <link type="page"><caption> wabah MERS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150608_dunia_korsel_mers" platform="highweb"/></link> di Korea Selatan.

"Kami mengharapkan penurunan suku bunga terjadi pada Juli, atau setidaknya dalam kuartal ketiga, jadi kami percaya keputusan bank sentral Korea dipengaruhi wabah MERS," kata Kim Myong-Sil, analis di KB Investment & Securities.

Eskpor turun

Penumpang

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Jumlah kunjungan ke Korea Selatan dilaporkan turun setelah ditemukan kasus MERS di negara itu.

Pakar ekonomi mengatakan wabah MERS ini bisa menghambat pemulihan ekonomi yang tampak membaik dalam beberapa bulan terakhir.

“Sudah terlihat tanda-tanda kepanikan publik, dengan tutupnya sekolah-sekolah, acara umum yang dibatalkan, dan puluhan ribu pengunjung yang membatalkan rencana perjalanan. Ditambah lagi, wabah ini datang pada masa di mana bidang ekspor sedang mengalami kesulitan,” catat Krystal Tan, ekonom di perusahaan Capital Economics.

Awal bulan ini, laporan pemerintah menunjukkan ekspor jatuh ke tingkat terburuk selama enam tahun terakhir, antara lain karena perkembangan yang lambat di Tiongkok, lemahnya harga minyak serta berkurangnya hari kerja.

Ekspor turun sebesar 10,9% dibandingkan tahun lalu. Ini adalah penurunan terbesar sejak penyusutan lebih dari 20% semasa krisis ekonomi global pada Agustus 2009.

Sejauh ini sembilan orang meninggal dunia karena MERS di Korea Selatan yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia.