Facebook dikritik soal video ‘penyiksaan’ bayi

Lembaga perlindungan anak mengatakan Facebook harus dimintai pertanggungjawaban atas konten di situs mereka setelah video pencelupan bayi ke ember menyebar.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Lembaga perlindungan anak mengatakan Facebook harus dimintai pertanggungjawaban atas konten di situs mereka setelah video pencelupan bayi ke ember menyebar.

Sebuah lembaga perlindungan anak terkemuka di Inggris telah meminta Facebook dan jaringan sosial lainnya untuk bertanggung jawab menyusul tersebarnya video ‘penyiksaan’ terhadap seorang bayi.

NSPCC, yang merupakan kepanjangan dari perhimpunan nasional untuk pencegahan kekejaman terhadap anak, telah menyurati Menteri Kebudayaan Inggris Ed Vaizey dan Menteri Keamanan Internet Joanna Shields agar campur tangan.

“Kesejahteraan anak ini memang sangat penting. Namun, kami juga mendorong Anda untuk melihat segala pilihan untuk memastikan warga Inggris, termasuk jutaan anak-anak, tidak lagi tereskpos konten seperti ini yang mengerikan dan meresahkan," tulis kepala eksekutif NSPCC, Peter Wanless.

Wanless mengatakan jejaring sosial harus dimintai pertanggungjawaban atas konten di situs mereka dan lebih memperhatikan tugas pengamanan melindungi anak-anak muda, yang melihat atau muncul dalam konten.

Walau begitu, permintaan NSPCC ditepis Facebook. Media sosial itu menolak menghapus video yang menayangkan seorang bayi yang menangis ketakutan ketika berulang kali dicelupkan dalam ember berisi air sembari dipegangi kedua kakinya.

Facebook menegaskan video itu tidak melanggar aturan, walaupun "mengganggu dan meresahkan".

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Facebook menegaskan video itu tidak melanggar aturan, walaupun "mengganggu dan meresahkan".

Facebook tidak menganggap video itu melanggar aturan.

Facebook mengakui bahwa video itu "mengganggu dan meresahkan", namun mengatakan para penggunanya tetap dapat melihatnya.

"Dalam kasus-kasus seperti ini, kita menghadapi pilihan sulit, antara menyeimbangkan keinginan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai perilaku seperti ini dan sifat meresahkan video klip ini," kata juru bicara Facebook.

Facebook mengatakan mereka memiliki opsi komentar pada layar video.

“Jika semakin banyak orang mengecam kejadian itu, kita menandai video sebagai video meresahkan, yang berarti ada tampilan layar peringatan dan dapat diakses hanya oleh orang-orang di atas usia 18."

Belum diketahui pelaku yang mencelupkan bayi itu dan yang menyebarkannya melalui Facebook.