Terungkap, pelecehan seksual terhadap kaum difabel

Sumber gambar, ALEXANDER NEMENOV AFP Getty Images
Ribuan dewasa penyandang difabel di Inggris telah mengalami pelecehan seksual, ada pula yang dilacurkan, menurut acara Victoria Derbyshire di BBC.
Terdapat 4.784 laporan pelecehan seksual di kalangan orang dewasa difabel selama dua tahun terakhir.
Lembaga nasional pencegahan kekerasan terhadap anak-anak, NSPCC, mengatakan kasus-kasus itu hanya sebagian dari masalah yang jauh lebih besar.
Asosiasi pemerintah setempat mengatakan bahwa dewan kota "bekerja keras untuk memberikan bantuan."
Acara Victoria Derbyshire mendapatkan data dari 106 dari 152 wilayah dari rentang tahun 2013-2014 dan 2014-2015 hingga 16 Februari 2015.
Informasi yang diperoleh menunjukkan 63% dari kasus yang dilaporkan terjadi pada mereka dengan gangguan mental dan 37% pada mereka dengan keterbatasan fisik.
Tidak terdapat data sebelumnya untuk perbandingan.
'Kasus mengerikan'
Jon Brown, kepala program kekerasan seksual di lembaga anak-anak NSPCC , menggambarkan 4.748 kasus kekerasan yang dilaporkan itu sebagai "hanya bagian kecil" dari masalah yang jauh lebih besar.

"Kami tahu dalam kasus pelecehan seksual banyak korban merasa sulit untuk berbicara," tambahnya, mengindikasikan angka sebenarnya mungkin lebih tinggi.
Sementara informasi yang diperoleh hanya mencakup kasus yang melibatkan orang dewasa, dia menjelaskan: "Melalui riset kami tahu anak-anak difabel tiga atau empat kali lebih mungkin mengalami pelecehan dan terlantar dibandingan anak-anak non-difabel.
"Mereka yang melecehkan dapat melihat titik lemah. Dan biasanya cerita anak-anak juga jarang dipercaya oleh orang yang lebih tua."
Noelle Blackman, pemimpin lembaga Respond, mengatakan pernah melihat "beberapa kasus mengerikan" di antara anak-anak muda yang pernah ditanganinya. "Pastinya dari usia 13," tambahnya, "namun kadang-kadang lebih muda juga".
Dia melanjutkan: "Apa yang kami lihat sekarang adalah anak-anak yang melecehkan anak-anak lain."
"Seringkali pelaku tidak memiliki keterbatasan, dan sering terdapat sekelompok anak-anak lelaki non-difabel yang membujuk anak gadis difabel, dan ini kecenderungan yang mengkhawatirkan."
Kedua lembaga percaya lebih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
Respond menyerukan perlunya lebih banyak sumber daya untuk meningkatkan kesadaran isu ini sedangkan NSPCC percaya diperlukan pelatihan lebih untuk perawat profesional dan orangtua, agar anak-anak mereka dapat berbicara dengan lebih terbuka.
'Pelecehan seumur hidup'
Asha Jama menjalankan Beverly Lewis House - rumah aman bagi wanita-wanita dengan gangguan mental dan telah menjadi korban pelecehan seksual dan pemerasan.
"Beberapa wanita yang tinggal disini mengalami pelecehan seumur hidup," jelasnya. "Mereka mungkin menjadi korban saat dirawat oleh keluarga mereka.

"Beberapa dilecehkan oleh pacar mereka. Mereka belum lama bertemu tapi lalu dibujuk dengan janji-janji cinta dan pernikahan yang indah.
"Mereka langsung percaya dengan orang itu...namun berujung dengan ditipu dan diambil uangnya, atau dilecehkan secara seksual, terkadang secara massal" tambahnya.
"Pacarnya berkata kira-kira, 'Bila kamu benar-benar mencintaiku, kamu harus tidur dengan temanku, itu membuktikan bahwa kamu benar-benar cinta.'"
"Mereka dapat dipaksa menjajakan diri. Mereka bisa dikunci di rumah selama berbulan-bulan. Bisa hingga 12 lelaki datang dan membayar untuk berhubungan seks dengannya, namun dia sendiri tidak akan pernah melihat uang itu," jelasnya.









