#TrenSosial: Buat akun palsu, anak 'dipermalukan' ibu di Facebook

Jutaan orang telah menonton video seorang ibu yang marah karena anaknya - yang berusia 13 tahun - mengelabui usianya dengan enam tahun lebih tua di Facebook.

Val Starks naik pitam ketika dia menemukan bahwa anaknya memiliki akun Facebook palsu dan menyatakan berusia 19 tahun.

Tak hanya itu, anaknya juga menggunakan akun itu untuk berkomunikasi dengan pria yang lebih tua dan menggungah foto dengan berpakaian dalam.

Ibu yang tinggal di Denver ini kemudian memarahi anaknya sambil memvideokannya - kemudian mengunggahnya di Facebook sebagai hukuman.

Video berdurasi lima menit itu telah ditonton lebih dari 11 juta kali dan ditonton juga oleh pengguna di negara lain.

Dalam video, Starks berulang kali bertanya ke anaknya untuk mengkonfirmasi usia yang sebenarnya dan mengatakan bahwa dia akan dihukum untuk tidak keluar rumah sepanjang musim panas tanpa akses televisi dan internet.

Menangis dan tak masuk sekolah

Di tengah video, anak perempuannya mulai menangis dan memohon untuk tidak masuk sekolah esok hari, tapi Starks menolaknya.

Dalam video kedua yang diunggah ke Facebook, Starks menjelaskan bahwa dirinya pernah berbuat kriminal dan pernah dipenjara dan merasakan sulitnya mencari pekerjaan.

Dia mengatakan dia tidak ingin anaknya mengalami nasib yang sama.

"Saya adalah orang dewasa yang membuat keputusan yang salah dan saya menjalani konsekuensinya, dan saya masih menderita karenanya."

"Saya mengatakan kepadanya, 'kamu adalah anak yang mengambil keputusan yang salah dan ada konsekuensinya.'"

Lebih dari 10.000 orang memberi komentar dalam video itu. Sebagian mendukung Starks dan kritis terhadap prilaku anak perempuannya.

"Jika dia cukup pintar untuk berbohong dan menipu di Facebook untuk mencari perhatian, dia pasti cukup pintar juga untuk meminta maaf dan mengakui dia salah," kata Ifetola Fadeyibi dari Nigeria.

"Anda mencoba untuk menjaga masa anak-anaknya," kata Tasha Ritter dari Indiana, AS, menyetujui tindakan Stark.

Tetapi yang lain tidak setuju. "Seseorang tolong jelaskan kepada saya bagaimana membuat malu anak Anda atau siapa pun dalam hal ini adalah praktik yang baik" tulis Carissa Wilson dari Arizona.

"Ini bukan orangtua yang baik, ini intimidasi" komentar seorang remaja dari Brighton di Inggris.