Saham-saham Asia jatuh di tengah kekhawatiran pertumbuhan AS

Sumber gambar, Getty
Saham-saham di Asia diperdagangkan dengan harga rendah pada hari Senin (01/06), mengikuti pergerakan saham Amerika Serikat yang cenderung turun setelah pertumbuhan ekonomi AS menyusut 0,7% pada kuartal pertama tahun 2015.
Indeks Nikkei di Tokyo yang menjadi tolak ukur turun sebanyak 0,47% pada kedudukan 20.466,45 poin.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,96% dengan 5.723,80 poin, mengikuti tren AS.
Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi turun sebesar 1,17% setelah survei swasta menunjukkan penyusutan aktivitas produksi pada bulan Mei, yaitu tiga bulan berturut-turut.
Data resmi juga menunjukkan ekspor Korea Selatan pada bulan Mei turun 10,9% dibandingkan tahun lalu, sedangkan impor turun 15,3%. Angka-angka itu menimbulkan kekhawatiran mengenai goyahnya pemulihan ekonomi Korea Selatan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,61%, sementara Shanghai Composite melawan tren regional dan menunjukkan kenaikan sebesar 0,10% pada posisi 4,616.19 poin dalam perdagangan sesi pagi.
Angka-angka baru resmi menunjukkan aktivitas di sejumlah pabrik-pabrik besar di Cina naik sedikit di bulan Mei, sesuai perkiraan.
Indeks manajer pembelian (PMI) resmi negara tersebut, yang mengukur jumlah serta pemesanan baru, menunjukkan perkembangan dari 50,1 pada April menjadi 50,2 pada Mei.
Pengukuran di atas 50 menunjukkan perkembangan pada bulan tersebut, sedangkan pengukuran di bawah 50 mengindikasikan adanya penyusutan dalam rentang waktu itu.











