Pasar saham Asia tunjukkan penurunan

Sumber gambar, Reuters
Pasar saham Asia kian menurun pada Jumat (01/05) meskipun data ekonomi dari Jepang menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Inflasi inti Jepang naik untuk pertama kalinya dalam 10 bulan pada Maret, yang melegakan bagi bank sentral yang telah berusaha untuk mengatasi deflasi.
Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan segar, naik 2,2% pada bulan Maret sejak tahun lalu, menandai kenaikan pertama sejak Mei 2014.
Nikkei turun 0,4% ke 19,442.29.
Data lain menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di negara itu turun dari 3,5% pada bulan Februari menjadi 3,4% pada bulan Maret.
Pengeluaran rumah tangga juga mengalahkan perkiraan, dengan jatuh 10,6% pada bulan Maret dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 12,1%.
Namun data manufaktur menunjukkan bahwa aktivitas pabrik menurun pada bulan April untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun dikarenakan berkurangnya pesanan domestik dan output.
Jepang bangkit dari resesi pada kuartal keempat tahun lalu, namun bertumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan.
Volume perdagangan di pasar Asia lainnya lebih kecil dari biasanya mengingat pasar Hong Kong, Shanghai dan Korea Selatan ditutup karena libur Hari Buruh.
Investor tampaknya mengabaikan data manufaktur dari China yang menunjukkan aktivitas pabrik yang lebih stabil di negara raksasa Asia tersebut pada bulan April.
Aktivitas pabrik telah mengalami penurunan dalam dua bulan pertama tahun ini.












