Anak autis asal Filipina boleh tinggal di Australia

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Australia mengubah keputusannya untuk mendeportasi seorang anak laki-laki yang menderita autisme asal Filipina.
Keputusan itu diambil setelah lebih dari 100.000 orang menandatangani petisi menuntut pihak berwenang meninjau kembali penolakan visa untuk Tyrone Sevilla dan ibunya.
Tyrone bersama ibunya -seorang perawat terdaftar- sudah berada di negara itu selama delapan tahun sejak sang bocah masih masih berusia dua tahun.
Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton, mengaku gembira dengan tindakan yang disebutnya sebagai kebaikan negara Australia.
"Saya melihat kasusnya dan memutuskan kita akan memberi mereka sebuah pengaturan dan sebuah hasil yang permanen di Australia dan saya kira itu bagus untuk mereka."
Tyrone menjadi berita utama di media setelah seorang temannya mempertanyakan kasusnya di sebuah siaran TV nasional.
"Jika dia bisa cocok bersama kami dan kami bisa cocok bersama dia, kenapa dia harus pergi?" tanya seorang anak yang berada di penitipan anak usai sekolah bersama Tyrone.
Akhirnya sekitar 120.000 orang ikut menandatangan petisi yang disampaikan ke Menteri Imigrasi.









