Tetangga Pak Gesang sampaikan kesederhanaan lewat lagu

- Penulis, Ani Mulyani
- Peranan, BBC Indonesia
Berbekal lagu lama dan dan aksi yang bersahaja, Arum Tresnaningtyas dan Meicy Sitorus menarik perhatian lewat duet yang mereka namakan Tetangga Pak Gesang.
Arum berkisah bahwa pemilihan nama Tetangga Pak Gesang berawal dari ketidaksengajaan saat dirinya berbincang dengan Budi Warsito. Budi adalah pemilik Kineruku, tempat Arum dan teman-temannya biasa kongkow.
“Ternyata saya dan mas Budi sama-sama dari Solo dan lulusan SMA yang sama juga. Saya sering bercerita, bahwa saya adalah tetangga Pak Gesang. Lalu mas Budi melontarkan ide, 'Sudahlah, kalian namanya Tetangga Pak Gesang!'” tutur Arum.
Pak Gesang yang dimaksud ialah Gesang Martohartono, komponis legendaris Indonesia yang terkenal dengan lagu ciptaannya, Bengawan Solo.
"Awalnya lumayan geli dan nggak mau sih kita, aneh. Tapi lama-lama lucu juga dan akhirnya keterusan,” tambah Arum.
Harmonisasi
Selain nama duo yang unik, cara menyanyi serta lagu-lagu pilihan Arum dan Meicy pun memikat.
Saat berdendang, duo yang bermukim di Kota Bandung itu mengandalkan harmonisasi ala penyanyi Indonesia tempo doeloe era 1950-an dan 1960-an.
Bukan kebetulan mereka mengagumi penyanyi veteran seperti Tety Kadi, Lilis Suryani, Nien Lesmana, dan Dara Puspita.
Lagu-lagu yang mereka bawakan pun masuk kategori 'tembang kenangan', seperti Jembatan Merah dan Bunga Anggrek.

Sumber gambar, Tetangga Pak Gesang
Sederhana
Sejak terbentuk pada 2013, Meicy Sitorus mengungkapkan bahwa mereka lebih memilih mengusung lagu-lagu lama karena karakter suara mereka yang cocok dengan tembang lawas.
"Lagu-lagu lama itu sederhana, tema-temanya diangkat dari keseharian dan yang paling utama, lagu-lagu itu berbahasa Indonesia," tambah Meicy.
Menambah kesan bersahaja, mereka membawakan lagu-lagu lama tersebut hanya dengan ukulele dan kazoo, sebuah alat tiup sederhana.
Kesederhanaan yang terpancarkan itu membuat sejumlah orang terkesan. Mereka lalu mengundang Tetangga Pak Gesang dari Bandung ke Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sejak itu Tetangga Pak Gesang kerap tampil di berbagai acara musik.
"Kami senang bernyanyi dan kami ingin berbagi keceriaan dengan orang-orang, tanpa ada ambisi untuk menjadi penyanyi atau kelompok musik terkenal," kata Arum dan Meicy.
Meski begitu, keduanya telah menciptakan cukup banyak lagu, dan memiliki album demo berisi lima lagu, yakni Motor Tua, Tetanggaku Pergi ke Luar Kota dan Berlibur Bersama Keluarga.









