#TrenSosial: Belajar gambar sama pentingnya dengan matematika?

Sumber gambar, INSTAGRAM
Animator Indonesia, Wahyu Aditya, mengkampanyekan #beranimenggambar yang ia sebutkan sama pentingnya dengan matematika.
Dalam satu tahun terakhir Wahyu Aditya mengkampanyekan #beranimenggambar melalui media sosial untuk apa yang ia sebut, "menularkan semangat untuk kreatif dan imajinatif."
Dia mengatakan menggambar sama pentingnya dengan belajar matematika atau ilmu pasti, dan Indonesia bukan hanya harus memberantas buta aksara, tetapi juga buta visual.
"Yang terjadi sekarang, karena tidak ada darah seni atau visual, akhirnya yang kita dapat di ranah publik, adalah visual yang acak adul yang berantakan, terutama sewaktu kampanye politik para politisi."
Kampanye #beranimenggambar dilakukan di Instagram, Facebook, dan Twitter. Selain mengunggah hasil gambar pribadi, Wadit - begitu dia biasa dipanggil - juga mengajak pengguna untuk mengunggah hasil karya mereka.
"Menggambar bukan hanya untuk kesenangan, tapi banyak manfaatnya. Mengembangkan kreatifitas, mengungkapkan gagasan baru," kata penulis buku Sila ke 6: Kreatif Sampai Mati ini.

Sumber gambar, WAHYU ADITYA HELLLO MITION ACADEMY
Tanggapannya? Positif! "Guru menjadikan gerakan ini sebagai variasi kegiatan belajar mengajar, para muridnya berlomba-lomba kirim gambar ke saya dan saya nilai," katanya.
Bagi Wadit, tidak ada gambar yang jelek dan sistem pendidikan kadang kurang mampu mendorong aktivitas menggambar. "Kita sering salah kaprah, karena menilai gambar jelek atau bagus. Ini bukan masalah gayanya tetapi masalah gagasan."
BBC Indonesia mengajak pendiri sekolah animasi Hello Motion Academy ini melakukan wawancara emoji melalui ponsel.
Ingin tahu kapan dia mulai hobinya dan bagaimana kunci sukses jago gambar? Simak selengkapnya:





















