#TrenSosial: Kata-kata kasar Ahok, segmen TV dihentikan

Ahok
Keterangan gambar, Ahok telah meminta maaf melalui akun Twitternya namun mengatakan tak akan minta maaf kepada koruptor atas ketidaksantunannya.

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) menghentikan sementara satu segmen wawancara langsung Kompas Petang setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang hadir sebagai narasumber, melontarkan kata-kata kasar.

Dalam keterangan resminya Senin (23/03), KPI mengatakan mereka menemukan pelanggaran pedoman penyiaran pada program yang disiarkan oleh Kompas TV pada tanggal 17 Maret 2015 pukul 18.18 WIB.

Dalam tayangan wawancara tentang kekisruhan APBD DKI Jakarta itu, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok mengeluarkan "perkataan kasar" yang "dilarang" untuk ditampilkan karena sangat tidak santun, merendahkan martabat manusia" dan "rentan ditiru oleh terutama anak-anak dan remaja".

Dalam wawancara tersebut pewawancara telah mengingatkan Ahok untuk memperhalus bahasanya, namun tidak digubris, menurut KPI.

Ketua KPI, Juda Riksawan, mengatakan, "KPI menilai praktisi TV tidak sigap untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi."

"Hal itu (kata-kata kasar) dua kali disebutkan, walaupun penyiar sudah mengingatkan, dan seharusnya (penyiar) meminta maaf (kepada pemirsa) namun ini tidak ada seolah itu hal yang normal," kata Yuda kepada BBC Indonesia.

BBC Indonesia berusaha menghubungi Kompas TV untuk meminta tanggapan namun menolak menjawab telepon.

Ahok minta maaf

Akun Twitter Ahok

Sumber gambar, TWTTER

Ahok dalam akun Twitter resminya telah meminta maaf pada hari Jumat lalu atas ucapan yang dilontarkan dalam wawancara itu.

"Saya sedang sangat kesal dengan kemunafikan," tulis Ahok.

"Tapi sikap saya jelas, untuk para koruptor dan kemunafikan, saya tidak akan pernah minta maaf untuk ketidaksantunan saya terhadap mereka," sambungnya.

Wawancara Ahok dengan Kompas TV menjadi bahan perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah pengguna ada yang membandingkan sikap gubernur DKI Jakarta itu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang dianggap lebih santun.

Akun Twitter Ridwan Kamil

Sumber gambar, TWITTER

Namun, Ridwan Kamil buru-buru memberi tanggapan. "Saya dan Pak Ahok itu bersahabat baik. Udah ya, jangan habiskan energi untuk hal yang tidak perlu. Nuhun," demikian tweetnya.

Penghentian segmen wawancara langsung di Kompas Petang dilakukan selama tiga hari berturut-turut dan Kompas TV juga diwajibkan untuk menayangkan permintaan maaf kepada publik, kata KPI Pusat.

Februari lalu, <link type="page"><caption> tagar #SaveAhok</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150227_trensosial_tagar_save_ahok" platform="highweb"/></link> sempat menjadi topik terpopuler Twitter di Indonesia di tengah kekisruhan dengan DPRD Jakarta soal anggaran.