'Kelakar': musik gelap dengan penyampaian riang

Sumber gambar, Ging Ginanjar
- Penulis, Ging Ginanjar
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Lagu-lagunya begitu berat, dalam suasana gelap, atau malah tajam meneror, dengan judul-judul provokatif dan lirik yang menghujam atau justru membingungkan, dengan musik yang menggedor dan bahkan bisa mengintimidasi, tapi penampilan kelompok Kelakar ini sangat santai, penuh banyolan dan bahak tawa.
Dipimpin oleh Reynold Silalahi -seorang pianis berlatar klasik dan metal- kelompok Kelakar tampil dalam konser bertajuk Contrary to the Static atau dengan hal yang statis dalam Jazz Buzz 2015, di Teater Salihara, Sabtu petang (21/2) lalu.
Panggung terasa cair.
Para pemain tak berhenti bercanda, saling meledek, atau berinteraksi bebas sekali dengan penonton, berbuntut ledakan tawa. Itu terjadi setiap kali jeda antar lagu. Namun begitu beralih ke musik, suasana berubah keras, tajam, terkadang mencekam.
Menentang kenyamanan
Tampil dalam sebuah perhelatan musik jazz, tapi penampilan Kelakar jauh dari kesan jazz.
Kita akan terengah-engah untuk mencari apa yang jazzy dari karya-karya mereka -yang umumnya ciptaan Reynold Silalahi. Kalau ada satu dua momen yang memunculkan warna jazz, itu berlangsung hanya beberapa puluh detik, dan langsung memberikan sedikit perasaan lega jika penonton bermaksud mencari musik jazz di perhelatan jazz ini.
Dan itu memang disengaja, kata Reynold Silalahi, pianis yang juga pemimpin dan pendiri kelompok ini.

Sumber gambar, Ndaru Wicaksono Salihara
"Kelakar," sesungguhnya memang adalah kelompok musik keras berhaluan metal, gothic metal, progresif, apapun yang bukan jazz.
Musik yang mengganggu dan menantang kenyamanan.
"Intinya, musik kami diarahkan untuk menarik orang-orang keluar dari titik nyaman mereka. Karena ibaratnya kalau orang sudah berada di titik yang dituju dan merasa puas, dan tak bermksud melakukan pencarian lain, maka tak ada perkembangan lagi," kata Reynold.
Bahkan ibaratnya, kata Reynold pula, "nyaman membuat kira mati."
Ia mencontohkan, salah satu nomor mereka, The Process mengkesplisitkan hal itu.

Sumber gambar, Ndaru Wicaksono Salihara
Di nomor ini, berbagai genre musik dibenturkan. Bermacam teknik vokal dieksplorasi. Penuh lompatan tak terduga.
Dalam beberapa bagian, sesudah bebunyian yang meneror, pendengar seperti diajak memasuki suatu keadaan "stabil" dengan musik yang menikmatkan, bagaikan menemukan oasis sesudah perjalanan panjang di padang pasir di bawah matahari terik.
Namun hanya sesaat, situasi berubah cepat, melompat lagi ke bebunyian yang tak nyaman di kuping.
Kelakar memang dimaksudkan untuk menerabas sekat-sekat kategori bermusik, kata Reynold Silalahi. Itu sebabnya, ia tak ragu untuk tampil dalam sebuah perhelatan jazz, kendati musik mereka selama ini jauh dari jazz.
"Buat saya jazz itu bukan cuma yang manis dan enak di telinga. Tapi jazz itu juga sesuatu yang seksi, menggoda, liar."
Liar. Itu kata kunci bermusik yang dipegang Reynold Silalahi, Didi Priyadi (vokal, gitar, bas), Wisnu Adrian (synthesizer, keyboard), dan Bistok Simangunsong (drum).
Jalan musik metal
Dalam bentuknya yang ekstrim, keliaran bisa ditemukan di musik metal dengan segala keragamannya.

Sumber gambar, Ndaru Wicaksono Salihara
"Hal yang membuat saya tertarik pada metal," papar Reynold, "adalah adanya pemberontakan: pada ideologi, pada kemapanan, politik yang mengekang, tradisi, kungkungan."
"Wajar kalau kebanyakan musik metal liriknya cenderung negatif. Tapi yang khusus membuat saya tertarik adalah pemberontakan pada batasan, pada pada batas-batas musik itu sendiri," tambahnya.
Karenanya, kendati dibesarkan dalam tradisi piano klasik, Reynold menempuh jalan musik metal. Dan latar piano klasik itu yang membuat Kelakar berbeda dengan kebanyakan kelompok metal lainnya: betapa pun menohok dan menerornya karya-karya mereka, selalu terdengar bunyi piano.
Kelompok Kelakar, dengan konser perdananya, Contrary to the static dan album perdana "Mari Kita Mulai" menunjukkan bahwa musik yang terasa bersuasana begitu gelap, rumit, tajam menusuk, dengan tempo yang begitu tinggi, dengan lompatan dan perpindahan begitu rumit, membutuhkan wawasan artistik dan estetik yang luas serta penguasaan dan disiplin teknis yang dalam.
Anda bisa mendengarkan perbincangan dan permainan Kelakar dalam konser Contrary to the Static di program Info Musika BBC yang disiarkan melalui radio-radio mitra BBC Indonesia, Jumat 27 Februari 2014, mulai pukul 05.00 dan pukul 06.00 WIB.









