Serangan teror di sekolah meningkat

Pesan untuk melindungi anak-anak

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Lebih dari 140 siswa dan staf sekolah dibunuh dalam serangan terhadap sekolah di Peshawar akhir 2014.

Serangan teror di sekolah dan sekolah kejuruan di seluruh dunia meningkat tajam sejak 2004 dan serangan terbanyak terjadi di Pakistan.

Data itu didapat dari analisis terorisme global jangka panjang yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Maryland, Amerika Serikat.

Tim mencatat serangan-serangan terhadap institusi pendidikan antara 1970 dan 2013. Dari seluruh serangan teroris yang dilancarkan dalam tempo itu, 3% di antaranya ditujukan ke sekolah.

Serangan terhadap institusi pendidikan sebelumnya kemungkinan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Banyak serangan dilakukan di sekolah-sekolah atau gedung perguruan tinggi yang kosong. Tujuannya, kata peneliti, adalah untuk mengganggu dan menghancurkan ruang kelas dan untuk mengintimidasi, bukan untuk membunuh atau melukai.

Oleh karena itu serangan-serangan itu kemungkinan besar tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Namun data yang mereka analisis belum termasuk <link type="page"><caption> pembantaian di sebuah sekolah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141216_dunia_pakistan_taliban" platform="highweb"/></link> di Peshawar Desember lalu.

Menurut mereka, serangan di Pakistan barat laut, yang menewaskan 140 siswa dan staf, menandai perubahan pola yang sebelumnya biasa terjadi.