Malala terima hadiah Nobel Perdamaian di Oslo

Sumber gambar, Reuters
Malala Yousafzai, murid sekolah di Pakistan yang ditembak Taliban dua tahun lalu, menyerukan para pemimpin dunia untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas.
Malala, yang kini melanjutkan pendidikan di Inggris, mengatakan para pemimpin dunia pasti sadar dengan pentingnya pendidikan karena mereka mengirim anak-anak ke lembaga pendidikan yang bonafide.
Hal ini ia sampaikan setelah menerima hadiah Nobel Perdamaian dalam upacara yang diselenggarakan di ibu kota Norwegia, Oslo, hari Rabu (10/12).
"Saya akan terus berjuang hingga setiap anak bisa bersekolah," kata Malala.
"Setiap anak dan perempuan harus mendapatkan pendidikan," tegasnya.
Remaja putri berusia 17 tahun ini mengatakan, hadiah uang yang ia terima akan dipakai untuk membangun sekolah di negara asalnya, Pakistan.
Dalam wawancara dengan BBC sebelum menerima Nobel, Malala juga mengatakan ingin <link type="page"><caption> menjadi politikus dan perdana menteri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141209_malala_pakistan" platform="highweb"/></link>.
Malala Yousafzai, pemenang termuda hadiah Nobel dalam sejarah, menerima hadiah ini bersama pemenang lain, Kailash Satyarthi, yang dikenal sebagai pegiat hak-hak anak di India.









