Warga Meksiko tuntut pemerintah ungkap nasib mahasiswa

Sumber gambar, AFP
Ribuan orang dijadwalkan mengikuti pawai umum di Kota Meksiko hari Kamis (20/11) untuk menuntut pemerintah agar mengungkap nasib 43 mahasiswa yang hilang sejak September lalu.
Pawai umum warga hari ini adalah salah satu dari berbagai aksi yang telah digelar setelah 43 mahasiswa keguruan diculik di negara bagian Guerrero.
Aksi mereka kali ini diprakarsai oleh para keluarga dan teman mahasiswa yang hilang.
Wartawan BBC di Kota Meksiko Wyre Davies mengatakan keluarga masih menaruh harapan mahasiswa bisa ditemukan dalam keadaan hidup.
"Bukti-bukti menunjukkan mereka hampir dipastikan dibunuh tidak lama setelah diculik oleh polisi yang bekerja sama dengan kelompok-kelompok penjahat narkotika," lapor Davies.
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto selama beberapa bulan terakhir dipuji karena pencapaian kemajuan reformasi ekonomi tetapi, lanjut Davies, ia tampak tidak tegas dalam menangani kasus hilangnya 43 mahasiswa.
Sebelumnya mahasiswa di berbagai perguruan tinggi Meksiko mengadakan <link type="page"><caption> mogok kuliah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/11/141105_pendidikan_meksiko_sekolah" platform="highweb"/></link> guna menuntut pihak berwenang mengambil tindakan lebih lanjut untuk menemukan rekan-rekan mereka.
Di sejumlah perguruan tinggi, mogok kuliah direncanakan akan berlangsung selama tiga hari.









