Anggota geng Meksiko mengaku bunuh puluhan pelajar

Sumber gambar, Reuters
Tiga orang yang diduga anggota geng narkoba mengaku telah membunuh lebih dari 40 siswa yang hilang sejak enam bulan lalu, kata Jaksa Agung Meksiko Jesus Murillo.
Dia mengatakan tiga orang itu diserahkan kepadanya oleh pihak kepolisian.
Para pelaku mengatakan mereka mengangkut para pelajar itu ke truk sampah dan membawanya ke tempat pembuangan sampah di Cocula, kota dekat Iguala.
Sebanyak 15 dari 43 siswa yang diangkut sudah tewas karena sesak nafas. Siswa lainnya yang masih hidup kemudian ditembak mati dan semua jenazah dibakar, kata para pelaku.
<link type="page"><caption> Penculikan tersebut terjadi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_meksiko_presiden" platform="highweb"/></link> setelah para pelajar bentrok dengan polisi pada 26 September di Iguala, negara bagian Guerrero.

Sumber gambar, Reuters
Kerabat para pelajar yang hilang mengatakan mereka telah diberitahu bahwa ada enam kantong jenazah manusia tak dikenal telah ditemukan di sepanjang sungai dekat lokasi hilangnya siswa.
Murillo memperingatkan bahwa akan sulit untuk mengidentifikasi sisa-sisa jenazah. Dia mengatakan otoritas masih akan menyatakan para siswa hilang hingga tes DNA bisa memberikan bukti nyata.
Pencarian sebelumnya telah menemukan kuburan massal di daerah itu, tapi tes awal mengindikasikan bahwa sisa-sisa jenazah itu <link type="page"><caption> bukanlah para siswa yang hilang. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141015_meksiko_mahasiswa" platform="highweb"/></link>









