Polisi tahan 11 orang dalam unjuk rasa uang kuliah

Protes mahasiswa di London

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Polisi mengklaim pengunjuk rasa menyerang polisi dan menyebabkan kerusakan.

Polisi di Inggris menahan 11 orang menyusul demonstrasi menentang tingginya uang kuliah dan utang mahasiswa di London yang diikuti ribuan orang hari Rabu (19/11).

"Berbagai benda dilemparkan ke arah polisi dan demonstran merobohkan pagar yang melindungi kawasan berumput di kompleks gedung parlemen Inggris," demikian pernyataan yang dikeluarkan kepolisian London.

Sebelas orang ditahan karena bentrok dan menyerang polisi, menyebabkan kerusakan, memiliki senjata tajam, dan karena memicu kerusuhan.

Unjuk rasa secara umum berlangsung damai dan berakhir di kompleks parlemen, namun beberapa peserta keluar dari rombongan besar menuju lokasi lain dan mereka kemudian bentrok dengan anggota polisi.

Polisi mengatakan tiga petugas mengalami luka ringan.

Para mahasiswa turun ke jalan memprotes kenaikan uang kuliah, yang nilainya bisa mencapai £9.000 atau sekitar Rp171 juta per tahun, naik tajam dari uang kuliah sebelumnya, yang ditetapkan pemerintah terdahulu.

Protes mahasiswa di London

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Para demonstran mendesak pemerintah menerapkan biaya pendidikan yang terjangkau.

Pemerintah menawarkan pinjaman lunak untuk mahasiswa, yang nanti bisa dibayar ketika mahasiswa itu sudah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.

"Saya berunjuk rasa karena 75% mahasiswa tidak bisa melunasi utang mereka," kata Hannah Stewart, mahasiswi berusia 20 tahun.

Ia mengatakan usul perubahan kebijakan melalui jalur resmi tidak behasil dan karena itu ia dan rekan-rekannya memutuskan untuk berunjuk rasa.