Investasi proyek energi terbarukan di Australia turun 70%

energy

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Australia masih merupakan salah satu negara penghasil emisi karbon terbesar dan masih belum memiliki kebijakan energi terbarukan yang jelas.

Penanaman modal untuk proyek-proyek energi terbarukan di Australia turun 70% tahun lalu, menurut sebuah laporan baru badan perubahan iklim.

Dewan Iklim menyatakan investor asing menanam modal ke negara-negara lain karena pemerintah Australia tidak memiliki kebijakan energi terbarukan yang jelas.

Australia telah berubah dari "pemimpin menjadi ketinggalan" dalam proyek energi, tambah laporan tersebut.

Laporan baru lainnya menyebutkan Australia perlu meningkatkan sasaran emisi karbon menjadi 40% pada tahun 2025.

Dokumen yang mengritik keadaan energi terbarukan berjudul Ketinggalan di Belakang: Australia dan Respons Dunia terhadap Perubahan Iklim menyatakan negara tersebut kehilangan bisnis yang menguntungkan.

Negara lain

Investasi yang seharusnya bisa ditanam di Australia dialihkan "ke negara-negara lain yang berpindah ke energi terbarukan di masa depan", kata salah satu penulis laporan Tim Flannery.

Dia mengatakan sebagian besar negara di dunia sudah mempercepat tindakan mereka untuk mengatasi perubahan iklim dalam lima tahun terakhir ini karena pengaruhnya semakin jelas.

Laporan itu mengatakan Cina sudah 'memensiunkan' pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 77 gigawatt antara tahun 2006 dan 2010 serta berencana memberhentikan 20 gigawatt lagi tahun depan.

Dikatakan pula bahwa Amerika Serikat "dengan cepat memanfaatkan perubahan global ke energi terbarukan" dengan memperkenalkan serangkaian insentif dan prakarsa bagi para penanam modal.