Blair dorong toleransi beragama di sekolah

Tony Blair menilai langkah keamanan sia-sia jika mengabaikan pendidikan mengenai toleransi beragama.

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Tony Blair menilai langkah keamanan sia-sia jika mengabaikan pendidikan mengenai toleransi beragama.

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mendorong forum internasional, seperti G20, untuk membuat piagam bersama yang mengharuskan negara-negara menerapkan toleransi beragama melalui sistem pendidikan.

Dalam artikel kepada BBC, Blair menekankan bahwa pertempuran melawan Negara Islam atau ISIS serta ancaman terorisme perlu dilakoni di ranah pemikiran.

Menurutnya, semua langkah pengamanan dan pertempuran sia-sia jika pemikiran intoleransi yang memupuk aksi kekerasan bermotif agama tidak ditentang.

“Adalah bodoh apabila kita mengabaikan proses perusakan pikiran, lalu pada saat bersamaan kita menghabiskan miliran di bidang keamanan guna menanggulangi ancaman yang sebenarnya kita ijinkan untuk bertumbuh,” tulis Blair.

Untuk itu, lanjut Blair, forum-forum internasional seperti G20 semestinya mulai menyusun piagam bersama yang diterima semua negara dan disokong Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Isi piagam itu mewajibkan semua negara untuk mengajarkan kebajikan toleransi beragama melalui sistem pendidikan.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini ialah bagaimana menunjukkan kaum muda yang rentan terhadap ajakan teroris bahwa ada jalur lebih baik sehingga suara mereka bisa didengar,” lanjut Blair.

Isu keamanan

Sebelumnya, Direktur Jenderal Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) Irina Bokova mengatakan bahwa pengabaian pendidikan telah menjadi isu keamanan.

Bokova menilai buruknya kualitas pendidikan menciptakan kualitas sumber daya manusia yang rendah dan berujung pada peningkatan ekstremisme.

Dalam laporan berjudul The Education Under Attack yang disusun Koalisi Global untuk Melindungi Pendidikan, terdapat sedikitnya 10.000 serangan terhadap pendidikan.

Penyerangan meliputi pembunuhan guru dan murid dan penghancuran sekolah di Pakistan, <link type="page"><caption> Nigeria</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140917_nigeria_militan" platform="highweb"/></link>, Kolombia, Somalia dan Suriah.

Bahkan, di Nigeria, <link type="page"><caption> sejumlah siswi sekolah diculik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/05/140512_video_boko_haram" platform="highweb"/></link> oleh kelompok milisi bernama Boko Haram.