Hampir tiga juta anak Suriah tak sekolah

Sumber gambar, REUTERS
Sekitar tiga juta anak di Suriah tidak sekolah karena perang melanda negara mereka, menurut sebuah badan amal internasional.
Save The Children mengatakan sebelum perang saudara lebih dari tiga tahun lalu, Suriah merupakan salah satu negara dengan tingkat pendaftaran sekolah yang tertinggi di dunia.
Namun sejak perang pecah, Suriah menjadi salah satu negara terburuk dari sisi jumlah anak yang sekolah.
Badan amal yang bermarkas di London ini mengatakan 3.465 sekolah atau seperlima dari gedung sekolah di negara itu hancur atau rusak atau digunakan untuk tujuan militer.
"Sangat memprihatinkan bahwa kewajiban melindungi sekolah tidak dihargai dalam perang ini, dan membahayakan anak-anak," kata direktur Save The Children kawasan, Roger Hearn.
Satu generasi hilang
Anak-anak yang mengalami trauma akibat perang dapat mengingat setiap jenis senjata namun sulit mengingat pelajaran, kata seorang guru dalam laporan itu.
Di Aleppo misalnya, kini hanya 6% anak-anak yang mengenyam bangku sekolah.
Seorang anak perempuan yang diwawancara dalam laporan itu menceritakan ibunya mencegahnya pergi ke sekolah setelah kelompok pria bersenjata masuk ke satu sekolah dan melepaskan tembakan.
Laporan itu memperingatkan satu generasi anak-anak Suriah akan hilang bila masyarakat internasional tidak membantu.
Perang saudara di Suriah menelan korban tewas <link type="page"><caption> sedikitnya 190.000 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140822_suriah_mati.shtml" platform="highweb"/></link>, menurut PBB.
Sekitar tiga juta warga Suriah lainnya melarikan diri akibat perang.









